GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul secara resmi meluncurkan layanan Parsel Budebi (Paket Persalinan Normal dengan Biaya Mandiri) di RSUD Wonosari. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan layanan persalinan normal dengan kualitas unggul dan biaya yang terjangkau di fasilitas kesehatan pemerintah.
Direktur RSUD Wonosari Diah Prasetyorini mengatakan, latar belakang hadirnya layanan Parsel Budebi adalah meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan persalinan normal di rumah sakit dengan biaya mandiri. “Kami membuka layanan persalinan normal di RSUD Wonosari dengan sejumlah keunggulan,” ujar Diah, Minggu (22/12).
Lyanan Parsel Budebi menawarkan berbagai fasilitas dan manfaat, antara lain konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, fasilitas kamar VIP.
Selain itu, pemeriksaan laboratorium dasar untuk ibu. Postnatal care untuk ibu dan bayi, penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat, baby gift dan sesi foto bayi, imunisasi dan Sertifikat Kelahiran (SHK). Lalu, Program Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dengan persetujuan pasien."Adapun biaya untuk layanan Parsel Budebi ditetapkan sebesar Rp 2.773.000, yang mencakup seluruh fasilitas tersebut," jelasnya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif RSUD Wonosari dalam menyediakan layanan yang komprehensif dan terjangkau bagi masyarakat. Dia berharap layanan Parsel Budebi ini dapat menjadi solusi bagi keluarga di Gunungkidul yang ingin mendapatkan layanan persalinan terbaik dengan harga yang terjangkau.
Dia juga mengharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Gunungkidul. Tetapi juga berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi serta pencegahan stunting.“RSUD Wonosari berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” tandasnya. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin