Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Targetkan Turun Jadi 13 Persen, Pemkab Gunungkidul Dapat Danais Rp 12,8 Miliar untuk Tangani Stunting

Andi May • Sabtu, 21 Desember 2024 | 03:12 WIB
Ilustrasi anak stunting.
Ilustrasi anak stunting.

 

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada 2025 nanti kembali akan mendapatkan anggaran dana keistimewaan (Danais) untuk penanganan stunting. Jumlahnya mencapai Rp 12,8 miliar.

Pemkab Gunungkidul sendiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp 45,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan stunting. Jumlah tersebut naik Rp 3 Miliar dibandingkan dengan APBD 2024 yang hanya sebesar Rp 42,6 miliar untuk penanganan stunting.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Muhammad Arif Alfian mengatakan, alokasi penanganan stunting untuk 2025 sebesar Rp 58,5 miliar yang berasal dati APBD dan Non-APBD Anggaran dari luar APBD yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBN, Dana Keistimewaan (Danais) DIJ.

“Dengan begitu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 58,5 miliar, harapannya bisa menurunkan angka stunting," ujar Arif, Jumat (20/12).

Dengan anggaran tersebut, penanganan stunting diharapakan dapat dilakukan dengan intervensi spesifik, sensitif, maupun koordinatif. Program makan bergizi gratis juga diharapkan dapat menjadi upaya penurunan angka stunting pada 2025 nanti.

"Untuk non-APBD Gunungkidul pada tahun ini Danais DIJ sebesar Rp 10,6 miliar, Tahun depan sebesar Rp 12,8 miliar," jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Sri Suhartanta memaparkan, angka stunting pada tahun ini mencapai 14,37 persen. Pihaknya menargetkan pada tahun depan dapat turun menjadi 13 persen. 

"Salah satu upaya kami yakni pemantauan berat badan bayi setiap bulannya pada posyandu-posyandu, selain itu adanya upaya intervensi sensitif dan spesifik untuk balita dan ibu hamil," ujar Sri.

Lebih jauh, pihaknya mengharapkan program makan bergizi gratis dapat berdampak pada penurunan angka stunting pada 2025 nanti. Setidaknya, 120 ribu orang penerima manfaat program tersebut.  "Mulai dari pelajar SD hingga SMA dan juga ibu hamil, mengenai petunjuk teknisnya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat," tandasnya. (ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pemkab #Danais #Gunungkidul #Stunting #APBD