GUNUNGKIDUL - Pembangunan jalan pengganti tanjakan bukit Clongop, Hargomulyo-Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul, telah mencapai 96 persen. Ditargetkan akhir Desember ini proyek yang dibiayai dengan dana keistimewaan senilai Rp 60 miliar itu rampung.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Tri Murtoposidi mengatakan, jalan baru dengan panjang 2,5 kilometer itu diproyeksikan menggantikan jalan lama yang memiliki tanjakan sangat ekstrem. “Tahapan pekerjaaan telah memasuki pengaspalan lapisan terakhir,” terang Didik, sapaan akrab Tri Murtoposidi, Rabu (11/12/2024).
Meski telah lebih dari 90 persen, pengerjaan jalan itu menghadapi kendala cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Desain jalan sebelumnya sudah melalui kajian dan disesuaikan dengan anggaran. Namun, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu kendala.
Terkait kerusakan akibat longsor, Didik menjelaskan dinding penahan tanah dan badan jalan terdampak cukup serius. Shortcrete di beberapa titik ada yang lepas. "Kami perlu mengevaluasi apakah dinding penahan tanah perlu ditinggikan atau ada langkah mitigasi lainnya, kami akan kaji lebih mendalam,” katanya.
Sepanjang jalan yang telah dikerjakan itu tak ada rumah yang terdampak langsung longsor. Diakui, Gedangsari tergolong rawan longsor. Terutama saat musim hujan. “Kami akan memasang papan peringatan di area rawan dan menjadikan ini catatan penting untuk libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025,” jelasnya.
Pembangunan tanjakan Clongop dikerjakan PT Suradi Sejahtera Raya sejak April lalu. Kepala Proyek PT Suradi Sejahtera Raya Apri Novianto menjelaskan, pengerjaan dalam tahapan pengaspalan sepanjang 2,4 kilometer. “Saat ini tahap pengaspalan hampir selesai, tinggal sekitar 100 meter lagi,” ujar Apri ditemui di lokasi Rabu (11/12/2024).
Meski begitu, curah hujan yang tinggi dalam seminggu terakhir menjadi tantangan utama penyelesaian proyek tersebut. Hujan deras telah menyebabkan bukit mengalami longsor hingga menimpa jalan. Dampaknya terjadi kerusakan pada dinding penahan tanah setinggi sekitar 9 meter.
“Kami sedang melakukan pembersihan material longsor dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut. Estimasi pembersihan memakan waktu tiga hingga empat hari,” tambahnya.
Dinding penahan tanah yang rusak akan diperbaiki dengan menggunakan beton bertulang untuk memastikan keamanan jalan. Namun, cuaca yang tidak menentu memengaruhi kelanjutan pekerjaan di lapangan.
Selain pengaspalan, proyek juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan sebanyak 80 unit. Kini tengah dikerjakan secara bertahap. Kemudian, pemasangan logo dana keistimewaan berukuran 7,5 x 2 meter juga akan dipasang di lokasi.
“Target kami tetap akhir Desember 2024, meskipun ada kemungkinan meminta perpanjangan waktu bila kondisi cuaca tidak mendukung,” ungkapnya. Apri merasa optimistis dapat menyelesaikan pengerjaan jalan pengganti tanjakan Clongop sesuai perencanaan.
Harapannya dengan selesainya pembangunan jalan itu dapat mendukung mobilitas warga. Sebab, tanjakan Clongop ada di perbatasan yang menghubungkan Gedangsari, Gunungkidul dengan Bayat, Klaten, Surakarta. (ndi/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita