Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Kelompok Usaha Garam Tirta Bahari Pantai Sepanjang, Gunungkidul, Usaha Berkembang, Cukupi Kebutuhan Lokal, Jadi Potensi Wisata

Kusno S Utomo • Senin, 25 November 2024 | 17:15 WIB
KEMBALIKAN TRADISI: Produksi garam berkembang di Pantai Sepanjang. Bahkan kini telah ditetapkan sebagai Kalurahan Garam. Lokasinya berada di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.
KEMBALIKAN TRADISI: Produksi garam berkembang di Pantai Sepanjang. Bahkan kini telah ditetapkan sebagai Kalurahan Garam. Lokasinya berada di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Garam merupakan unsur yang memiliki peran penting dalam kehidupan keseharian masyarakat. Komoditas strategis ini juga digunakan sebagai bahan baku industri. Untuk kebutuhan konsumsi, garam dijadikan sarana fortifikasi zat yodium.

“Garam beryodium merupakan penanggulangan gangguan akibat kekurangan iodium atau Gaki,” ujar Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Veronica Vony Rorong Minggu (24/11/2024).

Dikatakan, DIY dilihat dari letak geografisnya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan. Bertepatan dengan pertemuan lempeng benua. Itu menjadikan kontur dasar perairan berupa palung, gelombang, dan arus yang cukup kuat membuat minimnya eksplorasi di wilayah selatan DIY.

 “Hal tersebut membuat kualitas perairan tergolong cukup baik bila dibandingkan dengan pesisir utara Pulau Jawa yang sudah banyak polutan dari industri,”  lanjut Vony.

Menyikapi potensi itu dan mengembalikan tradisi pembuatan garam, masyarakat pesisir pantai di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, telah membentuk Kelompok Usaha Garam (Kugar) Tirta Bahari. Selanjutnya, mendirikan Koperasi Produsen Garam Tirta Bahari.

“Kelompok tersebut mengembangkan pembuatan garam dengan sistem tunnel,” lanjutnya. Sistem tunnel merupakan salah satu metode produksi garam memakai teknologi rumah plastik bening untuk kristalisasi garam. Metode ini sangat cocok dilakukan di semua musim, termasuk penghujan.

Ditambahkan, pada 2023 diusulkan pembangunan tunnel garam di Pantai Sepanjang. Usulan itu direalisasikan pada Tahun Anggaran 2024 ini. Pengerjaan pembangunan selesai pada Juli lalu.

 Jumlah lane produksi garam dalam sekali siklus bisa mencapai 1 ton. Sebelumnya berkisar 200 kilogram saja. Selain garam konsumsi, garam Pantai Sepanjang juga diolah menjadi garam rendam kaki, garam mandi, dan garam bumbu.

Perhatian dari berbagai lembaga didukung keinginan kuat para petambak garam, fasilitas produksi garam di Koperasi Tirta Bahari terus mengalami pembaruan. Berbagai bantuan mulai  pembangunan tunnel garam hingga mesin produksi diberikan dalam rangka ekskalasi produksi garam.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Bayu Mukti Sasongka menaruh harapan besar kepada Kugar Tirta Bahari. Dukungan penuh diberikan dari Pemda DIY, Pemkab Gunungkidul, hingga Pemerintah Kalurahan Kemadang.

Harapannya, usahanya terus  berkembang dan berkelanjutan. “Minimal dapat mencukupi kebutuhan garam lokal dan menghasilkan produk turunan garam yang punya nilai ekonomis tinggi,” harap Bayu. Dengan demikian, proses dan hasil produksi garam itu potensial menjadi daya tarik wisata. Sekaligus penguatan ekonomi bagi masyarakat di sekitar Pantai Sepanjang.

Ketua kelompok Usaha Garam Pantai Sepanjang Wahyono mengatakan,  dengan sistem tunnel produksi garam terus dapat dilakukan. Dengan tunnel, kelompolnya bisa beroperasi. “ Hujan tetap bisa jadi garam. Cuma agak lama waktunya,” ceritanya.

Tahun ini kelompoknya mendapatkan hibah tunnel garam. Bantuan yang diperoleh tahun sebelumnya sebagian sudah rusak. Sekarang telah dibuat yang baru  dengan tigalane produksi. (kus)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#fortifikasi #Zat #Penaggulangan Banjir Desa Wamboda #Gelombang #Kelompok Usaha Garam #lempeng #Selatan #samudera hindia #Maysarakat #kekurangan #yodium #unsur #dinas perikanan dan kelautan #Tirta Bahari #strategis #palung #iodium #Gunungkidul #kebutuhan #garam beryodium #peran penting #benua #Kehidupan #konsumsi #keseharian #DIY #Merupakan #gangguan #Memiliki #kugar #garam #Letak Geografis #komoditas #bahan baku industri