Korban yang merupakan pemancing bernama Sukirin (21) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Kamis (14/11) sekitar pukul 08.40 WIB.
Jasad Sukirin ditemukan mengapung di perairan Pantai Jogan sekitar 200 meter dari Tebing Congor, lokasi korban terakhir terlihat.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1 Sunu Handoko mengatakan, jasad pertama kali ditemukan oleh petugas SAR yang saat itu sedang memantau dari atas tebing.
"Kemudian didekati oleh tim perahu dan dipastikan benda mengapung tersebut adalah jasad manusia. Dipastikan bahwa jasad tersebut adalah jenazah korban yg sudah mengapung," ujar Sunu dalam keterangannya.
Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu lalu didaratkan di Pantai Siung.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga.
Sebelumnya, Sunu mengungkapkan, peristiwa hilangnya Sukirin ketika sedang memancing dari Tebing Congor yang berada di sebelah Barat Pantai Jogan, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Selasa (12/11) lalu. Kala itu, korban memancing bersama temannya.
"Pancingan teman korban mendapatkan ikan (Strike) namun ikan tersebut tersangkut di bawah tebing. Dengan tiba - tiba korban berinisiatif menuruni tebing berniat mengambil ikan hasil pancingan," ucapnya.
Korban tersapu ombak dan terseret gelombang hingga jatuh ke laut dan jauh dari tebing.
Teman korban berupaya menolong dengan melemparkan sebatang bambu agar dapat diraih oleh korban.
Namun, upaya yang dilakukan tidak berhasil dan korban seketika tenggelam.
Upaya pencarian korban hilang melibatkan Tim SAR, nelayan, kepolisian dan warga setempat. Penyisiran dilakukan di darat dan di laut.
"Upaya pencarian di laut dengan radius 2 mil dari tkp menggunakan jetski, serta mekukan penyisiran menggunakan kapal jungkung menuju Barat sampai ke Pantai Indrayanti," tuturnya.
Selain itu tim SAR juga penyisiran tebing di sepanjang Pantai Ngitun dan tebing sekitarnya radius 2 km.
Serta pemantaun dari Tebing Congor yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP).
Sunu mengatakan, dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian dinyatakan ditutup. (ndi)
Editor : Bahana.