Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Hujan, Seluas 21.406 Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul Mulai Ditanami Tanaman Pangan 

Andi May • Selasa, 12 November 2024 | 09:20 WIB

 

KETAHANAN PANGAN: Petani di Bantul melakukan perawatan tanaman padi dan jagung di lahan sawah agar hasil panen lebih produktif.
KETAHANAN PANGAN: Petani di Bantul melakukan perawatan tanaman padi dan jagung di lahan sawah agar hasil panen lebih produktif.

 

 

GUNUNGKIDUL - Hujan yang telah terjadi secara merata di Gunungkidul memberi angin segar bagi para petani. Khususnya, lahan-lahan yang memanfaatkan air tadah hujan. 

 

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul (DPP) mencatat, seluas 21.406 lahan pertanian mulai ditanami tanaman pangan seperti padi, jagung hingga singkong. 

 

Musim tanam kali ini  diharapkan dapat berdampak baik bagi kesejahteraan petani di Bumi Handayani. 

Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, para petani sempat dilanda kemarau panjang. Akibatnya, menghambat tanaman pangan di Gunungkidul. Tak sedikit juga yang mengalami gagal panen. 

 

Pada Juli 2024 kemarin, total luasan tanaman yang mengalami gagal panen mencapai 334 hektar dengan varietas padi. Mayoritas terdapat pada lahan pertanian yang masih mengandalkan air tadah hujan. 

 

"Dengan turunnya hujan ini diharapkan panen dapat lebih optimal, musim hujan ini sangat dinantikan oleh para petani," ujar Raharjo, Senin (11/11). 

Dengan curah hujan yang mulai merata, diharapkan hasil panen dapat menunjang cadangan pangan selama satu tahun ke depan. Pihaknya memprediksi masa panen pada Januari 2025 mendatang. 

 

Sebenarnya, kata Raharjo, meskipun dilanda kekeringan selama musim kemarau, hasil panen tanaman pangan di Gunungkidul melebihi dari kebutuhan. Akan tetapi, lahan-lahan yang memanfaatkan tadah hujan harus beralih menanam tanaman Palawija. 

 

"Secara regional padi surplus terus, diharapkan hasil panen dapat mencukupi hingga Desember 2025," tuturnya. 

 

Dalam menunjangan ketahanan pangan di Gunungkidul, pihaknya terus melakukan pendampingan baik untuk mendapatkan kebutuhan benih padi, jagung maupun tanaman lainnya.

Baca Juga: Datangi Bawaslu Sleman, Liga Demokratis Tegaskan Soal Penolakan Politik Uang pada Pilkada Sleman 2024

Selain itu juga, para petani dipastikan memperoleh pupuk bersubsidi untuk menjaga kualitas tanaman pangan. 

 

"Kami memastikan pupuk bersubsidi mudah didapatkan oleh para petani, sesuai dengan harga eceran yang ditentukan," ucapnya.

 

Begitupula dengan infrastruktur irigasi di lahan pertanian. Dengan turunya musim hujan ketersediaan air bagi para petani dapat melimpah serta mengairi tanaman pangan yang telah mulai berjalan. (ndi)

Editor : Heru Pratomo
#tadah hujan #Gunungkidul #dpp #jagung #Hujan #tanaman pangan #Air #padi #Petani #singkong