GUNUNGKIDUL – Persediaan pupuk bersubsidi di Gunungkidul dipastikan aman selama musim tanam. Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) menyatakan, stok pupuk telah tersedia dalam jumlah memadai dan siap untuk disalurkan kepada para petani.
Menurut Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono, per September 2024 lalu, persediaan pupuk Urea di Gunungkidul mencapai 21.179 ton dengan tingkat serapan baru 4.944,518 ton atau 23 persen. Sedangkan untuk pupuk NPK Phonska, dari alokasi 17.251 ton, baru terserap 4.694,135 ton atau sekitar 27 persen.
Sementara itu, pupuk NPK Formula Khusus masih menunggu realisasi dari total alokasi sebesar 62 ton. “Kami pastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sangat aman, sehingga para petani bisa tenang dan tidak perlu khawatir kekurangan pupuk selama musim tanam,” ujar Raharjo, Kamis (7/11).
Kondisi ketersediaan pupuk yang aman ini, kata Raharjo, dipengaruhi oleh tambahan alokasi subsidi dari pemerintah, serta sejumlah lahan tadah hujan yang tidak bisa ditanami padi akibat musim kemarau.
Namun, dengan mulai turunnya hujan secara bertahap di beberapa wilayah, petani kini diimbau untuk bersiap memulai penanaman padi. Puncak musim tanam diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2024 nanti.
Pihknya juga telah mengeluarkan surat edaran Nomor 500.6.4/1523 tertanggal 13 September 2024, yang berisi imbauan agar petani siap menghadapi musim tanam 2024/2025. "Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, musim hujan dengan curah hujan sekitar 150 mm," ucapnya.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, para petani sebaiknya segera menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota untuk menghindari lonjakan permintaan saat puncak musim tanam.
“Lebih baik segera diproses penebusannya, sehingga nanti saat musim tanam dimulai, petani bisa langsung fokus pada kegiatan tanam tanpa terganggu masalah pupuk,” ujar Rismiyadi.
Dengan langkah antisipasi ini, pihaknya berharap proses distribusi pupuk bersubsidi akan berjalan lancar, dan para petani dapat memulai musim tanam tanpa kendala terkait ketersediaan pupuk.(ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo