GUNUNGKIDUL - Upacara Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan di Alun-Alun Wonosari Jumat (4/10/2024). Menjadi upacara perdana untuk memperingati hari ulang tahun yang sebelumnya dilakukan pada 27 Mei.
Plt Bupati Gunungkidul Heri Susanto yang langsung memimpin upacara menyebut, perubahan itu berdasarkan kajian dan penelitian sumber sejarah dengan melibatkan ahli-ahli sejarah.
"Melalui proses kajian, analisis dan sumber sejara baru yang tentunya sudah sangat tepat dengan hasil kesepakatan bersama Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul jatuh pada 4 oktober," ujar Heri.
Kajian sejarah terbentuknya Gunungkidul, lanjutnya, sejalan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Gunungkidul nomor 70/188.45/6/1985. Pada dictum II berbunyi ketentuan hari, tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Gunungkidul. Perubahan ini pun telah disosialisasikan ke masyarakat.
Mengusung tema 'Lir Handaya Paseban Jati' bermakna harmoni, harapan dan terus maju, harapannya Gunungkidul juga semakin maju, sejahtera, dan guyub. "Setelah 194 tahun yang lalu Gunungkidul telah melalui proses panjang, hari ini bisa disaksikan bersama kemajuan yang ada di Gunungkidul. Bisa dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.
Perayaan ini, juga turut dimeriahkan dengan penampilan kirab bregada, pertunjukan seni tradisional, hingga berebut hasil gunungan. Nantinya, Gunungkidul Night Festival juga akan digelar Sabtu (5/10/2024) malam. “Besok malam puncaknya,” kata Kepala Kundha Kabudayaan Gunungkidul Chairul Agus Mantara.
Direncanakannya, pada Gunungkidul Night Festival bakal mengundang tiga pasangan calon pada Pilkada 2024. Akan tetapi, salah satu paslon dikabarkan tidak dapat menghadiri acara tersebut. "Karena salah satu paslon tidak bisa hadir, terpaksa dua paslon lainnya kami batalkan," tandasnya. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita