GUNUNGKIDUL- Status Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto yang tak ikut dikukuhkan Gubernur DIY Hamengku Buwono X sebagai penjabat sementara (Pjs) bupati Gunungkidul akhirnya terjawab. Meski sama-sama menggantikan kepala daerah definitif, kedudukan Heri berbeda dengan Kusno Wibowo dan Adi Bayu Kristanto yang dikukuhkan sebagai Pjs bupati Sleman dan Bantul.
“Posisinya menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati, bukan Pjs bupati seperti Sleman dan Bantul. Beliau (Heri Susanto, Red) langsung menjalankan tugas sebagai Plt. Nomenklaturnya berbeda dengan Sleman dan Bantul,” terang Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta di kompleks Pemkab Gunungkidul, Rabu (25/9/2024).
Tugas sebagai Plt bupati dilakoni Heri selama dua bulan. Tepatnya mulai Rabu (25/9/2024) hingga Sabtu (23/11/2024) mendatang. Selama kurun waktu tersebut, Bupati Sunaryanta cuti karena tengah mengikuti kampanye pilkada.
Empat tahun lalu saat Pilkada 2020, Sunaryanta menggandeng Heri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati. Kedua terpilih dan menjadi pemenang. Namun dalam Pilkada 2024 ini, duet Sunaryanta-Heri Susanto bubar. Mereka berpisah jalan. Sunaryanta mencari pasangan baru dengan mengajak politisi PAN Mahmud Ardi Widanto sebagai pasangan barunya. Sunaryanta calon bupati dan Ardi sebagai calon wakil bupati.
Sedangkan Heri memilih tidak maju. Posisinya tetap sebagai wakil bupati. Penetapan Heri sebagai Plt bupati Gunungkidul itu untuk mengantisipasi kevakuman jabatan kepala daerah. Mekanisme penunjukan Plt bupati, terang Sekda, sesuai surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri RI.
“Tidak membutuhkan upacara pengukuhan sebagaiman Pjs bupati,” terang Sri Suhartanta.
Namun demikian, Heri yang berasal dari Dusun Sumberan, Kenteng, Ponjong Gunungkidul itu secara adminsitrasi telah menerima keputusan gubernur DIY terkait tugasnya sebagai Plt bupati.
Usai menerima keputusan gubernur, dan pulang dari Kepatihan setelah menghadiri pengukuhan Pjs bupati Sleman dan Bantul, Heri kemudian mengikuti upacara serah terima jabatan bupati. Acara berlangsung di ruang Handayani Setkab Gunungkidul pada Selasa (24/9/2024) lalu.
Sunaryanta hadir di ruangan tersebut. Sri Suhartanta bersama sejumlah pejabat pemkab lainnya juga ikut menyaksikan. Di antaranya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eddy Praptono, Asisten Administrasi Umum Hery Sukaswadi, Staf Ahli Bupati Wahyu Nugroho dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dewi Irawaty.
Sunaryanta terlihat menunjukan berita acara dalam stop map batik coklat sembari menyalami Heri. Keduanya memakai baju putih lengan panjang berdasi. Bedanya Heri memakai peci hitam sembari melempar senyum.
Sedangkan Sekda, asisten, dan staf ahli bupati mengenakan baju putih lengan panjang tanpa dasi. Hanya Eddy Praptono yang terlihat bajunya digulung nyaris hingga ke lengan. Eddy juga satu-satunya pejabat yang tak memakai sepatu pantofel hitam. Mantan staf ahli bupati dan kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gunungkidul itu memilih menggunakan sepatu ket warna gelap.
Sunaryanta mengatakan, selama dirinya menjalani cuti di luar tanggungan negara, tugas dan wewenang bupati sepenuhnya diserahkan kepada Plt bupati. Dia mengungkapkan kesan-kesannya selama berpasangan dengan Heri.
Pria yang pensiun dengan pangkat Mayor Chb ini membangun komunikasi yang baik dengan Heri. “Dari awal sampai saat ini tidak ada masalah. Semua baik-baik saja," ujar bupati yang berulang tahun setiap 9 November ini. Dalam kesempatan itu, dia berpesan agar seluruh jajaran Pemkab Gunungkidul menjaga netralitas selama pilkada. Meski dirinya maju dalam Pilkada 27 November 2024, Sunaryanta ingin anak buahnya tetap bersikap netral.
Bupati yang tinggal di Dusun Kwarasan, Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul itu menyinggung masih adanya beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Antara lain, merehabilitasi sejumlah 14 ribu rumah tidak layak huni (RTLH).
Sunaryanta mengatakan, keterbatasan kemampuan anggaran menjadi kendala. Pemkab harus menggandeng banyak pihak. Mulai Kementerian PUPR, perguruan tinggi dan swasta melalui CSR perusahaan.
Sedangkan Plt Bupati Gunungkidul Heri Susanto menilai roda organisasi pemkab sudah berjalan baik. Selama menjalankan tugas bupati, dia fokus menjaga keamanan dan ketertiban serta ketentraman masyarakat. Heri juga ingin situasi kondusif selama pilkada harus DIYaga.
Mengawali agenda perdana sebagai Plt bupati, Heri melakukan ziarah ke makam Bupati Gunungkidul Darmakum Darmokusumo di Gunungsempu, Kasihan, Bantul. Ziarah dilakukan dalam rangka Hari Jadi ke-194 Kabupaten Gunungkidul. (ndi/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita