GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengimbau para petani segera menanam. Sebab, musim hujan diperkirakan akan turun pada awal Bulan Oktober 2024 mendatang.
Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, prakiraan musim hujan sesuai dengan informasi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) hujan dengan curah 150 mm bakal membasahi wilayah Bumi Handayani.
"Untuk itu kami menyarankan untuk petani segera memanen dan mempersiapkan tanaman pangan untuk ditanam," ujar Raharjo kepada awak media, Senin (23/9).
Baca Juga: Demi Menjaga Konsistensi Prestasi, KONI DIY Segera Lakukan Evaluasi Hasil PON XXI
Petani, kata Raharjo, diminta untuk memanen ubi kayu yang belum dipanen agar tidak terkena air hujan dan tanahnya bisa segera diolah. Mengelola lahan mulai dari pembersihan dengan memanfaatkan alat traktor.
"Masing-masing kelompok tani telah memiliki traktor dan pupuk kandang demi menunjang produktivitas para petani," jelasnya.
Selain itu, petani juga diharapkan segera menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota agar tidak terjadi penumpukan permintaan penebusan yang mengakibatkan kesulitan pengangkutan (transportasi) dan pelayanan penebusan.
Terpenting, selalu memperhatikan informasi cuaca dan iklim dari BMKG yang mudah untuk diakses guna kepentingan budidaya pertanian.
Sub Koordinator Subtansi Produksi Tanaman Pangan Danang Sutopo mengatakan, pada bulan September 2024, ubi kayu yang dipanen sekifar 32.000 hektar. Data tersebut diterima dari petugas pertanian masing-masing kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul.
"Sampai saat ini sisa 11.000 hektar, jika sudah panen lahan dapat diolah untuk segera menanam kembali," ujar Sutopo.
Untuk serapan pupuk, kata Sutopo, jenis urea telah tersalurkan 3.032,,032 ton dari alokasi 21.179 ton atau terserap 14 persen. Sedangkan pupuk jenis NPK telah tersalurkan sejumlah 3.122,109 ton dari kuota 17.251 ton atau 18 persen.
"Serapan pupuk terbesar saat ada pertanaman padi dan polowija, harapannya September sudah mulai menebus," ucapnya. (ndi)
Editor : Heru Pratomo