Kajian Detail Engineering Design (DED) terkait perbaikan tersebut memakan anggaran sebesar Rp 350 juta dari APBD.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, TPI Baron bakal diperbaiki demi peningkatan kesejahteraan nelayan dan pedagang hasil tangkapan laut.
"Dengan diperbaikinya TPI Baron akan memberikan dampak positif baik masyarakat maupun daerah," ujar Sunaryanta kepada awak media, Jumat (20/9).
Selain tata kelola TPI Baron, perbaikan juga akan menyentuh talud-talud yang sempat rusak diterjang ombak.
Menurutnya, hal itu demi menumbuhkan rasa semangat nelayan maupun pedagang.
"Beberapa bagian juga harus ada perbaikan, termasuk talud-talud, dalam waktu dekat akan kami perbaiki," ucapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Johan Wijayanto menjelaskan, perbaikan dilatarbelakangi adanya kerusakan-kerusakan akibat diterjang ombak.
"Gedung TPI yang semula mendekati dengan bibir pantai akan mundur, jadi lebih dekat dengan aktivitas para pedagang," ujar Johan.
Selain itu juga, gedung lama TPI Baron bakal dijadikan tempat penyimpanan alat tangkap para nelayan agar tidak terlihat berantakan.
Hal itu dilakukan demi menunjang keindahan alam wisata Pantai Baron.
Untuk itu, pihaknya tengah menyusun kajian DED dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 350 juta.
"Perbaikan secara penuh bakal dilakukan pada Tahun 2025, semata-mata demi kesejahteraan nelayan dan peningkatan ekonomi di sektor pariwisata," jelasnya.
Nelayan di Pantai Baron sendiri terdata sebanyak 150 orang dengan jumlah kapal mencapai 163 kapal. Gunungkidul mendapatkan kuota penangkapan ikan sebanyak 4.100 ton pada Tahun 2024.
Editor : Bahana.