Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buka Posko Pengaduan UMKM yang Terlilit Utang, Kemenag Gunungkidul Siapkan Rp 230 Juta dari Dana Wakaf

Andi May • Senin, 9 September 2024 | 03:26 WIB

 

 

Kepala Kemenag Gunungkidul Sa
Kepala Kemenag Gunungkidul Sa

 

 

GUNUNGKIDUL - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul membuka posko pengaduan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlilit utang. Posko pengaduan tersebar di Kantor Urusan Agama (KUA) tiap kapanewon. Kemenag juga menyiapkan Rp 230 Juta dari dana wakaf untuk membantu para pelaku UMKM ini.

Kepala Kemenag Gunungkidul Sa'ban Nuroni mengatakan, posko pengaduan dalam rangka merealisasikan Gunungkidul sebagai Kota Wakaf oleh Menteru Agama RI. Uang wakaf yang telah terkumpul sebanyak Rp 230 Juta. "Posko pengaduan sudah dua hari beroperasi, hingga saat ini belum ada aduan kami yang kami terima," ujar Nuroni, kemarin (8/9).

Dijelaskannya, para pengadu nantinya bakal mengisi formulir serta berita acara pengaduan yang memuat jenis usaha serta jumlah utang piutang. Nantinya, utang tersebut akan dialihkan sehingga para pelaku UMKM tetap membayar cicilan dengan biaya yang lebih ringian. Namun begitu, kendala dari posko tersebut ialah masih banyak warga yang enggan mengakui bahwa terlibat utang terhadap rentenir. "Setelah kami terima aduan, nanti utang bakal dilunasi menggunakan dana wakaf yang terkumpul serta dengan bunga yang tidak tinggi," jelasnya.

Dana wakaf berasal dari sumbangan warga yang ikhlas berdonasi. Pihaknya juga tidak membatasi besaran utang yang membebani pelaku-pelaku UMKM. Pengaduan yang masuk dipastikan bakal ditindaklanjuti. "Mengenai perhitungan cicilan nanti bakal dihitung oleh ahli yang kami siapkan," jelasnya.

Pihaknya berharap, pelaku-pelaku UMKM yang menjadi korban rentenir dapat terbantu dengan adanya posko tersebut. Menurutnya, wakaf untuk membantu pelaku UMKM merupakan sasaran yang tepat untuk mewujudkan Gunungkidul sebagai kota waqaf. (ndi/din)

Editor : Din Miftahudin
#wakaf #Kemenag Gunungkidul #UMKM