RADAR JOGJA - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,8 yang menggoyang DIY pada Senin (26/8) malam, mengakibatkan sejumlah kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, setelah gempa yang relatif besar dengan magnitudo 5,8 itu kemudian terjadi gempa susulan 74 kali sampai dengan pukul 06.00 kemarin Selasa (27/8). Puluhan gempa susulan itu dengan magnitudo lebih kecil. "Korban jiwa nihil, termasuk yang sakit juga tidak ada," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (27/8).
BPBD juga mencatat terdapat 43 rumah rusak ringan di Gunungkidul, tujuh di Bantul, dua di Kulon Progo dan Pasar Prambanan Sleman yang gentingnya melorot. Mayoritas kerusakan dinding retak dan genting melorot. "Paling banyak memang di Gunungkidul dengan 43 rumah terdampak atau rusak ringan," tandasnya.
BPBD saat ini sedang melakukan pendistribusian logistik di seluruh daerah yang terdampak. Selimut, terpal hingga makanan akan diberikan kepada korban yang terdampak. Sementara ia belum mendapatkan informasi terkait warga yang mengungsi.
"Ada kemungkinan juga belum melaporkan dampaknya ke petugas," beber Noviar. Ia mengatakan, gempa yang melanda kawasan DIY ini belum bisa dipastikan apakah berkaitan dengan megathrust atau tidak. Namun jika dilihat dari titik koordinat, ia meneyebut titik tersebut merupakan jalur lempeng megathrust.
"Tapi belum masuk ke megatrust, karena kekuatannya itu kan di atas magnitudo 8 ya. Tapi kalau jalurnya memang jalur megatrust yang sudah diprediksi oleh BMKG," jelasnya.
Dari Gunungkidul dilaporkan, lebih dari 40 kali gempa mengguncang wilayah ini dan sekitarnya pada Senin (26/8) malam itu. Gempa mengakibatkan 43 rumah mengalami kerusakan, mulai dari tembok retak, roboh hingga atap ambrol.
Gempa yang terjadi pukul 19.57 itu membuat warga panik hingga berlarian ke luar rumah. Titik gempa berlokasi di laut barat daya Gunungkidul pada kedalaman 42 kilometer. Guncangan terasa di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Jogja.
Kepala Seksi Logistik BPBD Gunungkidul Arief Prasetyo mengatakan, sebanyak 43 rumah terdampak akibat guncangan ini. "Lebih dari 40 kali guncangan terasa. Data terakhir ada 43 rumah yang mengalami kerusakan," ujar Arief saat diwawancarai awak media.
Dia merinci kerusakan meliputi tembok retak dan roboh serta atap ambrol. Kerusakan masuk dalam kategori ringan. Pihaknya juga memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa saat gempa ini terjadi.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, rumah terdampak gempa paling banyak terdapat di Kapanewon Semanu dengan 19 rumah, Nglipar 8 rumah, Purwosari 7 rumah, Karangmojo 4 rumah dan Patuk 2 rumah.
Pihaknya juga masih mendata rumah-rumah terdampak untuk selanjutnya diberikan logistik sesuai yang dibutuhkan. Penanganan kerusakan akibat gempa dilaksanakan secara gotong-royong.
"Kami juga mengimbau masyarakat selalu waspada dan tidak panik. Kami juga sudah mendorong logistik untuk warga-warga yang terdampak," tandasnya. (oso/ndi/laz)