Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Kelurahan Piyaman Gunungkidul Dibikin Geram! Sumur Bor Bantuan Kemenhan RI Ditolak Lurah, Geruduk Kelurahan 

Andi May • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 00:07 WIB

 

Demonstrasi warga akibat geram lurah menolak bantuan dari Kemenhan RI, di Balai Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (16/8) sore.
Demonstrasi warga akibat geram lurah menolak bantuan dari Kemenhan RI, di Balai Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (16/8) sore.
GUNUNGKIDUL, RADAR JOGJA - Ratusan warga menyerbu Balai Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, buntut penolakan bantuan sumur bor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI), Jumat (16/8) sore.

Warga setempat menilai Lurah Piyaman menolak bantuan sumur bor yang harusnya dapat dimanfaatkan masyarakat imbas bencana kekeringan yang melanda.

Tokoh Masyarakat Kalurahan Piyaman Rubikin Susilo Wardoyo (76) menyampaikan, warga geram terhadap sikap lurah yang menolak bantuan sumur bor dari Kemenhan RI.

Bahkan, sikap lurah diduga menyinggung perwakilan yang hendak melakukan survey lokasi setempat.

"Dari informasi yang kami dapatkan, lurah menyinggung salah satu perwakilan Kemenhan RI yang akan memberikan bantuan ke sini, padahal bantuan sumur bor itu sangat kami harapkan," ujar Rubikin kepada awak media.

Dikatakan, bantuan yang diberikan berkisar Rp 2 miliar berupa sumur bor, jaringan perpipaan dan puluhan toren penampung air.

Apalagi, bantuan sumur bor itu dapat mengairi lahan pertanian sekitar hampir 200 hektar sawah.

"Mendengar informasi itu, kami sangat senang sekali, tetapi sikap lurah membuat kami kecewa, hal itu yang mendasari kami ke sini (balai kalurahan)," ucapnya.

Untuk itu, warga menuntut agar Lurah Piyaman tidak mengulangi perbuatan yang kurang menyenangkan terhadap tamu yang mengakibatkan gagal bantuan ke masyarakat.

Gagalnya bantuan sumur bor tersebut lantaran sikap lurah yang dinilai arogan, kurang santun dan arogan saat menerima tamu dari luar tanpa tidak mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

Menurutnya, dengan melimpahnya air di Kalurahan Piyaman dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Warga juga menuntut agar Lurah Piyaman dapat meminta maaf langsung ke masyarakat.

"Kalau bantuan sumur bor tidak terlaksana dan sikap lurah tidak dirubah, demonstrasi akan terus kami lakukan bahkan memintanya untuk mengundurkan diri dari jabatannya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Piyaman Tugino mengatakan, pihaknya tidak menerima surat dari Kemenhan RI mengenai bantuan sumur bor yang dijanjikan tersebut.

Namun begitu, dirinya meminta maaf atas tindakan yang membuat warga setempat kecewa.

"Karena mungkin kurangnya pemahaman dan pengetahuan kami, saya meminta maaf kepada masyarakat Kalurahan Piyaman," ujar Tugino.

Program-program bantuan yang akan masuk ke wilayahnya, kata Tugino, akan selalu dikoordinasi ke tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dirinya juga siap untuk merubah sikap yang dinilai pemimpin yang arogan.

"Mengenai bantuan sumur bor dari Kemenhan RI, saya tidak pernah menolak, tidak adanya koordinasi dengan kami sehingga membuat adanya kesalahpahaman," tandasnya. 

Editor : Bahana.
#kemenhan #geruduk balai desa #Paliyan #wonosari #Gunungkidul