RADAR JOGJA - Sebanyak 25 pasangan resmi menjadi suami istri usai mengikuti proses akad nikah dengan konsep HUT ke-79 Kemerdekaan RI di atas tebing Pantai Selatan Gunungkidul, Rabu (7/8) sore. Pernikahan dengan konsep kemerdekaan diinisiasi oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais) digelar di Heha Stone Valley, Tepus, Gunungkidul.
Prosesi pernikahan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, melaksanakan ijab qabul, kirab pengantin, dan pelepasan balon udara berwarna merah dan putih oleh masing-masing pasangan.
Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto menjelaskan, nikah massal ini untuk membangun semangat para pengantin di momen kemerdekaan. Semua pasangan yang diikutkan dalam nikah massal ini semuanya gratis.”Alhamdulillah disambut meriah," ujar Ryan.
Dikatakannya, para peserta nikah massal berusia mulai dari 19 tahun hingga 50 tahun berasal dari DIY. Di antara peserta ada juga pasangan disabilitas. Mahar yang digunakan ialah makanan khas Gunungkidul yakni thiwul serta cincin masing-masing pasangan. Nikah massal gratis sendiri dikarenakan melihat fenomena banyak masyarakat yang belum bisa menikah karena berbagai keterbatasan biaya.
Dengan momentum perayaan HUT ke-79 RI, sebagai bentuk menghayati kembali spirit religius dan gotong royong rewangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dilandasi cinta kasih yang diwujudkan dalam acara Nikah Bareng Merdeka.
Peserta nikah massal Ivanov Indra Hermawan mengaku merasa tegang menjalani proses pernikahan dari atas ketinggian tebing. Dia menikahi wanita bernama Intan Firnanda. Keduanya merupakan warga Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
”Alhamdulillah bisa berjalan lancar," ujar Ivanov. Dengan prosesi pernikahan yang telah dilakukan, mereka berharap menjadi pasangan yang bahagia dan membanggakan bagi keluarga.(ndi/din)
Editor : Satria Pradika