Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPP Gunungkidul Sebut Petani Bakal Dapat Bantuan 50 Unit Pompa Air dari Kementan RI, Digunakan untuk 16 Saluran Irigasi Baru

Andi May • Kamis, 25 Juli 2024 | 03:45 WIB

 

LOKASI TERPILIH: Pemanfaatan sumber air Sungai Ngreneng untuk lahan pertanian di Kalurahan Ngeposari, Semanu, Gunungkidul (24/7).Andi May/Radar Jogja 
LOKASI TERPILIH: Pemanfaatan sumber air Sungai Ngreneng untuk lahan pertanian di Kalurahan Ngeposari, Semanu, Gunungkidul (24/7).Andi May/Radar Jogja 

RADAR JOGJA - Minimnya air irigasi selama musim kemarau sangat dirasakan bagi warga yang mengais rezeki di lahan pertanian. Namun kondisi ini akan segera berakhir. Sebab Kementerian Pertanian (Kementan) RI bakal menyalurkan 50 unit pompa air dengan total anggaran Rp 14 miliar.


"Saluran irigasi bakal dibangun di 16 titik di Kabupaten Gunungkidul dengan memanfaartkan bantuan puluhan unit pompa itu," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Rismiyadi kepada awak media Rabu(24/7).


Pengadaan sumber air akan direalisasikan oleh Universitas Pertahanan. Bantuan tersebut juga dinilai dapat menunjang peningkatan produksi para petani di Kabupaten Gunungkidul.


"Semoga bulan depan (Agustus, Red) bantuan dapat terealisasi, masih banyak lahan yang sangat membutuhkan air," ucapnya.


Imbas kekeringan, lanjut Rismiyadi, berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian yang gagal panen. Padahal, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu daerah penyumbang pangan di DIY.


Untuk meminimalisasi dampak kekeringan di lahan pertanian, pihaknya juga merancang rencana pembangunan titik-titik sumur bor di beberapa wilayah. Khususnya bagi lahan-lahan yang masih mengandalkan air dari tadah hujan.


"Mulai dari pembangunan sumur bor, perbaikan jaringan irigasi, dan sebagainya terus kami upayakan," katanya.
Terpisah, Lurah Ngeposari Ciptadi mengatakan, untuk mengairi lahan pertanian, warga setempat mengandalkan sumber air dari sungai bawah tanah Ngreneng. Sekitar 800 hektare lahan dapat terjangkau dengan pemanfaatan air.


"Saluran irigasi berasal dari bantuan proyek pengairan yang diinisiasi oleh Universitas Pertahanan," ujar Ciptadi.
Dia menjelaskan, debit air yang keluar mencapai 350 liter per detik. Hal itu mampu menunjang permasalahan kekeringan di wilayahnya. (ndi/eno)

Editor : Satria Pradika
#kementan ri #DPP Gunungkidul #pompa air #Petani #kabupaten gunungkidul