RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menggencarkan vaksinasi polio dengan menargetkan 58.897 anak. Meskipun masih nihil kasus, bahaya virus polio membuat sejumlah orang tua khawatir persebarannya. Sebab, dampak buruk virus berbahaya tersebut dinilai dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Ismono mengatakan, vaksinasi menargetkan 59.897 anak yang akan dilaksanakan selama tujuh hari ke depan. Vaksinasi menyasar anak yang berusia 0-7 tahun. "Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap anak," ujar Ismono di Balai Kapanewon Semanu, kemarin (23/7).
Dia mengharapkan, semua anak di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan vaksinasi polio. Sebab, hingga kini belum ditemukan obat untuk menangani dampak dari virus ini.
Pada putaran pertama Imunisasi akan dimulai sejak 23 sampai 29 Juli mendatang. Kemudian, putaran kedua akan dimulai 6 sampai 12 Agustus. Setiap putarannya memiliki tahap penapisan atau sweeping. "Namun hingga kini, kasus virus polio belum ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, harapannya sampai ke depan tidak ada," jelasnya.
Pihaknya juga memastikan, tidak ada efek samping ditimbulkan dalam vaksinasi ini. Jika ada anak yang merasakan gejala akibat terpapar virus tersebut, pihaknya siap memberikan pelayanan secepat mungkin.
"Penanganannya segera mungkin, tapi sampai saat ini belum ada kasus, antisipasi pencegahan dengan vakdinasi secara massal," jelasnya.
Warga Semanu Utara (59) Suwarsi mengaku khawatir akan sebaran virus polio yang mengancam kesehatan anaknya. Apalagi dampak buruk yang dapat membuat anak-anak mengalami kelumpuhan. "Anakku sudah ikut dua kali vaksinasi," ujar Suwarsi usai mendampingi anaknya melakukan vaksinasi.
Dalam vaksinasi massal tersebut, dia mengaku tidak dipungut biaya sama sekali. Melainkan membawa buku KIA sebagai persyaratan mengikuti imunisasi. "Mudah-mudahan anak bisa sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyatakan pencanangam PIN Polio memberikan ruang dan peluang bagi generasi penerus bangsa, khususnya di Bumi Handayani. Jumlah anak-anak usia 0 hingga 7 tahun di Gunungkidul mencapai 58.000 hingga 60.000. “Salah satu tujuannya adalah mempersiapkan generasi penerus bangsa ini, khususnya putra-putri kita, untuk masa depan yang lebih baik," tutur Sunaryanta.
Ia menegaskan pentingnya persiapan sejak dini, salah satunya melalui vaksinasi polio. Dengan pelaksanaan PIN Polio ini, diharapkan anak-anak di Gunungkidul dapat tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari stunting serta kelumpuhan akibat polio. (ndi/din)