Proyek tersebut bertujuan mengatasi kekeringan yang sering kali melanda Wilayah Selatan Kabupaten Gununtkidul ketika musim kemarau panjang.
Pembangunan optimalisasi sungai bawah Tanah Ngobaran tahap pertama telah selesai.
Proyek yang ditangani Balai Besar Wilayah Sungai Opak, Direktorat Sumber Daya Tanah dan Air Baku (ATAP) dapat meningkatkan kapasitas air distribusi air hingga 100 liter perdetik.
Direktur Umum PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta mengafakan, proyek jaringan perpipaan demi memenuhi kebutuhan air di tiga wilayah yakni Kapanewon Saptosari, Panggang, dan Purwosari.
Tiga lokasi tersebut menjadi langganan bencana kekeringan.
"Proyeknya ditangani oleh BBWSO, kemungkinan pengelolaannya nanti kami yang tangani," ujar Toto kepada awak media, Selasa (16/7).
Proyek pengairan tersebut, kata Toto, merupaka kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan BBWSO.
Menurutnya, pembangunan optimalisasi merupakan langkah strategis untuk menjawab tantanga ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat, terutama ketika musime kemarau.
Dikatakannya, total kapasitas debit air yang dikeluarkan mencapai 170 liter per-detik.
Kapasitas tersebut dapat melayani ketersediaan air 1.100 Sambungan Rumah (SR) di tiga wilayah tersebut.
Biaya proyek pembangunan optimalisasi tahap pertama berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 senilai Rp. 22.800.000.000.
"Meliputi pemasangan 2 Pompa dengan kapasitas 100 Liter per detik di intake Sungai Bawah Tanah Ngobaran, jaringan pipa transmisi type GIP 12 inch sejauh 5 km dari Intake Sungai Bawah Tanah Ngobaran ke Reservoir 3 dan Pembuatan 2 unit instalasi Booster Pompa meliputi reservoir, rumah panel dan pompa 100 Liter per detik," jelasnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Ika Yulianti mengatakan, pihaknya bakal melakukan uji coba atas selesai proyek optimalisasi sungai bawah tanah Ngobaran.
"Dengan menguji berbagai aspek teknis dan operasional untuk memastikan bahwa distribusi air berjalan lancar tanpa kendala," ujar Ika.
Pihaknya bakal memastikan sistem berjalan dengan baik sehingga air bersih dapat terdistribusikan langsung ke rumah warga.
Menurutnya, proyek tersebut mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.
"Selanjutnya, proyek tahap kedua dengan penanaman pipa 12 inch dari Reservoir 3 ke Reservoir 5 sejauh 7 kilometer," tandasnya.
Editor : Bahana.