Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiru Kampung Inggris di Kediri, Jawa Timur, Pembelajaran di Pondok Pesantren Quran Wal Irsyad Terapkan IIBS

Andi May • Senin, 15 Juli 2024 | 04:23 WIB

 

EDUKASI: Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat peresmian konsep IIBS Pondok Pesantren Darrul Quran Wal Irsyad Gunungkidul.
EDUKASI: Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat peresmian konsep IIBS Pondok Pesantren Darrul Quran Wal Irsyad Gunungkidul.

RADAR JOGJA - Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad menerapkan International Islamic Boarding School (IIBS) dalam kegiatan belajar mengajar siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah Tahun Ajaran 2024 / 2025.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad Kharis Masduki mengatakan, konsep belajar mengajar IIBS serupa dengan yang diterapkan di Kampung Inggris di Kediri, Jawa Timur. Hal itu merupakan hasil diskusi antara pengurus pondok, Kementerian Agama (Kemenag) dan perwakilan kampung Inggris. "Harapannya para peserta didik dapat berkiprah dengan perkembangan jaman dan mampu menjawab tantangan di era globalisasi sekarang," ujar Kharis, kemarin (14/7).

Hal itu bertujuan agar para siswa dapat memiliki wawasan secara global sepanjang berada di dalam lingkungan pondok pesantren. Dalam penerapannya mendapat bimbingan dari perwakilan Kampung Inggris di Kediri.

Kepala Bidang Pendidikan Kemenag Gunungkidul Supriyadi, menyambut baik serta mengapresiasi atas dibukannya kegiatan belajar di IIBS. Menurutnya, hal itu turut serta menambah pelayanan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. Dengan berdirinya IIBS juga turut membantu Kementerian Agama kaitannya dengan program-program di bidang keagamaan. "Kami turut membina dan mendampingi ke depan santri dan peserta didik tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga diintregasikan ilmu seperti bisa berbahasa Inggris," ujar Supriyadi.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, dengan dibukanya konsep IIBS turut mendukung transformasi generasi penerus utamanya dalam pembentukan karakter. Tidak hanya keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter keagamaan di era digitalisasi saat ini, sehingga generasi penerus kita tetap dapat mengikuti perkembangan. "Utamanya diajarkan berbahasa Inggris.Semoga ke depan dapat menginspirasi di tempat lain," tambahnya. (ndi/din)

Editor : Satria Pradika
#pondok pesantren #kampung inggris