Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas hanya mengenakan singlet dan celana pendek dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak.
Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyana menerangkan, mayat pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Suyit (50) yang tengah mencari ikan.
Bukannya ikan yang didapatkan, melainkan jasad manusia yang tidak bernyawa.
"Saksi terkejut melihat jasad manusia yang terapung kemudian melaporkan ke Pos Satlinmas Resce Wilayah Operasi II Baron," ujar Agus kepada awak media.
Jenasah tersebut kemudian dievakuasi menggunakan kapal dan dibawa ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Agus membeberkan, tidak adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh jasad pria tersebut.
"Jenazah ditemukan dalam kondisi membengkak, dari pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh," ucapnya.
Hasil pemeriksaan sementara, kepolisian memperkirakan mayat tersebut telah berada di perairan selama lima sampai tujuh hari.
Hal itu diyakini akan kondisi mayat yang telah mengeluarkan bau yang tidak sedap serta bengkak akibat berada beberapa hari di perairan.
Dikatakannya, dalam beberapa hari terakhir, pihaknya belum menerima adanya laporan orang hilang.
Baca Juga: Waktu Penyelenggaraan Semakin Dekat, KONI DIY Nilai Sejumlah Venue PON 2024 Belum Sesuai Harapan
Dari pengamatan yang dilihat para nelayan, jasad pria tersebut bukanlah warga setempat.
"Namun, untum informasi lebih lanjut menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis, jenasah juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wil II Pantai Baron Marjono mengatakan, jasad pria tak bernyawa itu ditemukan tepat di depan Pantai Baron.
Lokasi penemuan berjarak 5 mil dari tepi pantai.
"Ditemukan mengapung, para nelayan juga tidak ada yang kenal," ujar Marjono.
Evakuasi mayat menggunakan satu unit kapal nelayan oleh petugas SAR setempat.
Dari postur tubuh, kata Marjono, jasad masih berusia remaja.
Pihaknya juga belum menerima laporan mengenai adanya orang hilang hingga saat ini.
"Bagian wajah sudah tidak bisa dikenali, tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan petugas medis di rumah sakit," tandasnya.
Editor : Bahana.