Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dugaan Penahanan Ijazah di SMKN 3 Wonosari, Terjadi karena Miskomunikasi

Gunawan RaJa • Selasa, 2 Juli 2024 | 00:57 WIB
Kepala SMKN 3 Wonosari Dwi Retno Wahyuningsih saat menyerahkan ijazah kepada orang tua Orri pada Senin (1/7/2024)  (Doc SMKN 3 Wonosari untuk Radar Jogja)
Kepala SMKN 3 Wonosari Dwi Retno Wahyuningsih saat menyerahkan ijazah kepada orang tua Orri pada Senin (1/7/2024) (Doc SMKN 3 Wonosari untuk Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Video pengakuan eks siswa SMKN 3 Wonosari, Orri Setiawan

yang direkam oleh anggota Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan (Sarang Lidi) Gunungkidul viral di jagat maya. Setelah diklarifikasi, persoalan itu muncul gara-gara miskomunikasi.

Eks siswa SMKN 3 Wonosari Orri Setiawan mengakui, video yang viral di media sosial adalah dirinya. Ini berawal pada Mei 2024 saat dia meminta bantuan kepada Ketua Lembaga Peduli Peduli Pendidikan Gaza Gunungkidul, Krisyanto untuk mengambil ijazah. 

"Pada Minggu, (30/6) (Krisyanto) datang ke rumah dan mengambil video (pernyataan dirinya)," kata Orri pada Minggu (1/7/2024).

Dalam kesempatan itu dia dimintai uang operasional sebesar Rp 1 juta untuk menguruskan ijazah. Karena tak ada uang, Orri tidak memenuhi permintaan yang bersangkutan.

"Saya kecewa dengan beredarnya video di media sosial. Saya kira video tersebut hanya akan dikirim oleh Krisyanto ke SMKN 3 Wonosari," jelasnya.

Disinggung mengenai ijazah yang masih berada di SMKN 3 Wonosari, dia mengaku tidak mengetahui bahwa syarat pengambilan ijazah ternyata dapat dilakukan tanpa kewajiban membayar iuran sumbangan yang dilakukan di awal dia masuk sekolah.

“Ijazah memang sudah satu tahun di sekolah. Memang saya belum mengambil, karena saya pikir saya belum bisa melunasi uang (uang sumbangan sukarela) dari komite-komite itu (komite sekolah). Tapi ternyata memang tidak ada pembayaran apapun,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Peduli Peduli Pendidikan Gaza Gunungkidul Krisyanto menampik meminta uang Rp 1 juta kepada Orri untuk membantu mengambilkan ijazah.

“Waktu saya ketemu dengan anak itu, saya bilang, kira-kira mampumu berapa dik? Kalau Rp 1 juta ya dibayarkan saja, mungkin ijazah bisa dikeluarkan. Itu belum terjadi, dan saya tidak menerima uang apapun dari itu,” kata Krisyanto.

Baca Juga: Profil dan Prestasi Zhang Zhi Jie, Pemain Bulu Tangkis yang Meninggal Dunia Saat Pertandingan Badminton Asia Junior Championship (BAJC)

Terpisah, Kepala SMKN 3 Wonosari Dwi Retno Wahyuningsih menegaskan pihaknya tidak pernah menagih uang sebagai biaya tebus ijazah. Tidak ada penahanan ijazah.

“Kami tidak pernah menagih kepada siswa sekalipun sampai lulus tidak merealisasikan sumbangan. Ada juga anak yang tidak menyelesaikan sumbangan tapi ijazahnya sudah diambil, kami punya datanya juga,” kata Retno.

Pihaknya memastikan ijazah milik Orri sudah diserahkan langsung ke orang tuanya pada Senin, (1/7/2024) pagi tanpa biaya apapun. Retno mengimbau agar orang tua atau wali siswa dapat berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah berkaitan dengan proses pengurusan ijazah. (gun)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#miskomunikasi #ijazah #Sekolah #Karena #disita