Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Innalillahi..Rumah Limasan di Gunungkidul Terbakar, Dua Orang Alami Luka - Luka

Andi May • Minggu, 30 Juni 2024 | 22:14 WIB

 

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap rumah jenis limasan, di Padukuhan Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, Playen, Gunungkidul, Minggu
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap rumah jenis limasan, di Padukuhan Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, Playen, Gunungkidul, Minggu
GUNUNGKIDUL - Satu unit rumah berjenis limasan di Padukuhan Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, Kapanewon Playen, Gunungkidul, ludes di lahap jago merah.

Dua orang penghuni rumah harus dilarikan ke Rumah Sakit Nur Rohmah akibat terkena api saat insiden naas itu.

Peristiwa kebakaran itu terjadi ketika penghuni rumah sedang tertidur, Minggu (30/6) sekira pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Playen AKP Sigit Tejo Sukmana mengatakan, peristiwa bermula ketika salah satu penghuni rumah mendengar suara terbakar dari arah belakang rumah.

"Rumah limasan itu ditempati oleh korban bernama Harto Wiyono (85) dan anaknya bernama Hasana (45)," ujar Sigit kepada awak media.

Hasana, kata Sigit, mendengar suara terbakar dari belakang rumah yang berdekatan dengan ruangan kamar ayahnya.

Kemudian berlari ke arah belakang dan melihat api sudah berkobar.

"Hasana saat itu berupaya menolong sang ayah untuk keluar dari dalam rumah limasan telah terbakar itu," ucapnya.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi pemadam kebakaran. Selang beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Api berhasil dipadamkan dalam kurun waktu dua jam lamanya oleh petugas pemadam kebakaran dibantu oleh warga sekitar.

Tetapi, Hasana dan Harto Wiyono harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka bakar.

"Keduanya mengalami luka bakar pada tangan dan kaki, sekarang masih dalam perawatan medis di RS Nur Rohmah," jelasnya.

Sigit mengatakan, korban Harto saat itu tidak dapat mengetahui adanya api kemudian berkobar melahap habis rumahnya.

Harto diketahui tidak dapat melihat sejak 10 tahun terakhir.

"Bangunan rumah yang terbuat dari kayu sehingga api secara cepat merembet ke seluruh isi rumah," jelasnya.

Disebutkannya, api membakar satu unit sepeda, perabotan rumah, srawut padi dan kayu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Kepolisan juga tengah mendalami penyebab dari kebakaran tersebut.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam lidik," tandasnya. 

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #limasan #rumah terbakar