RADAR JOGJA - Sekitar 1.000 orang jemaah Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) sudah menggelar Salat Idul Adha kemarin (16/6). Sedangkan, Jemaah Masjid Aolia yang biasanya lebih dulu melaksanakan Salat Ied, kini mengikuti waktu yang ditentukan oleh pemerintah. Mereka akan melaksanakan hari ini
Kasi Bimas Kemenag Gunungkidul Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Zuhdan Aris menjelaskan, warga yang sudah melakukan sholat Idul Adha terdapat di enam lokasi, yakni di Kapanewon Semin, Ngawen, Nglipar, Saptosari, dan Wonosari. Sedangkan untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban akan dilakukan hari ini.”Ada 14 ekor sapi dan 58 ekor kambing,”jelasnya.
Ketua Pengurus MTA Cabang Wonosari Zuhri mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Adha dihadiri sebanyak 400 orang dari lima kapanewon. "Pelaksanaan sholat dari jamaah MTA cabang Wonosari, Paliyan, Semanu, Playen dan Karangmojo," ujar Zuhri.
Pelaksanaan Salat Idul Adha lebih awal dibandingkan dengan pemerintah, kata Zuhri, lantaran mengikuti dengan waktu ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. "Kami mengikuti yang di sana," ucapnya.
Meskipun waktu penentuannya berbeda dengan pemerintah, nampak pelaksanaan sholat Idul Adha seperti pada jamaah Islam pada umumnya dengan sholat dua rakaat dilanjutkan dengan khotbah. "Kami melaksanakan apa yang diajarkan, pelaksanaan hari ini dilakukan disejumlah titik sektor Selatan dan Utara Gunungkidul," jelasnya.
Sementara itu, jemaah Masjid Aolia yang biasanya lebih awal melaksanakan sholat Ied kini akan mengikuti waktu yang telah ditentukan pemerintah.
Sebelumnya, mereka mengikuti perintah dari Mbah Benu yang merupakan Imam Masjid Aolia tentang waktu pelaksanaan salat Ied. Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1445 Hijriah lalu, lebih awal seminggu sebelum waktu yang ditentukan oleh pemerintah.
Seorang jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Daud mengatakan, pelaksanaan salat dilakukan jemaah masjid Aolia digelar di masing-masing masjid yang tersebar dibeberapa wilayah. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika