Pemasangan ini merupakan bagian dari inovasi modernisasi infrastruktur yang bertujuan untuk memantau dan mengelola level air secara otomatis di seluruh jaringan PDAM.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Toto Sugiharto mengatakan, waterlevel dipasang di empat titik.
Rinciannya, wilayah Seropan dua titik, dan wonosari dua titik.
"Dengan adanya alat ini, petugas operator PDAM dapat memonitor level air secara akurat dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga pasokan air tetap stabil," kata Toto Sugiharto Kamis (6/6/2024).
Selain itu, alat tersebut juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang akan memberikan notifikasi jika terjadi penurunan atau kenaikan level air yang tidak normal.
Sementara itu, Koordinator Divisi IT PDAM Tirta Handayani Karsudi menyampaikan bahwa pemasangan Waterlevel merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
"Dengan adanya teknologi ini, kami dapat memastikan bahwa distribusi air kepada pelanggan akan lebih terjamin dan efisien," kata Karsudi.
Selain itu, data yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air.
Terpisah, Kepala Cabang Seropan Samsudin menyampaikan sistem pemantauan otomatis penting untuj memastikan bahwa volume air dalam reservoar tetap dalam batas yang aman dan memadai untuk distribusi.
"Waterlevel diharapkan mampu memonitorsekaligus mengontrol kejadian-kejadian seperti kekurangan air atau kebocoran dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan cepat, sehingga tidak mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat," kata Samsudin.
Pemasangan alat Waterlevel menjadi salah satu bukti nyata dari upaya peningkatan pelayanan. Ke depan, PDAM berencana menerapkan teknologi serupa di cabang-cabang lain guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional secara menyeluruh.
"Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tapi juga berkontribusi dalam pengelolaan sumberdaya air yang lebih baik dan berkelanjutan," jelasnya.
Editor : Bahana.