RADAR JOGJA - Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Gunungkidul Senin (3/6) disambut antusias masyarakat. Terdengar teriakan "Pak Prabowo" dari kerumunan warga saat presiden terpilih itu turun dari helikopter TNI di Lapangan Desa Banyusoco, Playen, sekitar pukul 10.00.
Setelah turun dari heli, Prabowo kemudian menumpangi mobil menuju lokasi proyek pengairan lahan pertanian dari sumber air Goa Buntet di Kalurahan Banyusoco, sekitar 1 km dari lapangan helipad. Prabowo dikawal ketat oleh TNI dan Polri selama berada di lokasi ini. Masyarakat pun antusias ingin bersalaman dengannya.
Dalam perjalanannya menuju lokasi proyek bantuan air, Prabowo juga sambil membagi-bagikan baju ke warga dari dalam mobil. Masyarakat berebutan baju yang dibagikan itu. Baju yang dibagikan juga berwarna orange dengan tulisan 'Indonesia Maju'.
Salah seorang warga bernama Ponilah mengaku senang dengan kunjungan Prabowo Subianto. "Saya juga seorang petani, semoga bantuan pengaliran air ini dapat membantu kami," ujarnya saat ditemui wartawan.
Dengan bantuan yang diberikan, menurut Ponilah, dapat membantu dirinya bersama petani lainnya di musim-musim kemarau seperti sekarang. "Terima kasih sekali, mudah-mudahan bermanfaat bagi kami," ujarnya.
Warga lain, Tuhadi mengatakan, kedatangan Prabowo sangat dinantikan warga. Bantuan yang diberikan berupa sembako, baju dan pengaliran air juga sangat membantunya. "Masyarakat kecil seperti kami dapat terbantu. Apalagi para petani sebelum ada bantuan ini, hanya mengandalkan air hujan," ucapnya.
Dengan bantuan pengaliran air, menurutnya, dapat melakukan panen sampai dua kali dalam setahun. Dia rencananya akan menanam berbagai tanaman pangan lain dengan adanya bantuan air itu. "Karena sudah ada air, saya rencananya akan menanam jagung, kedelai dan kacang. Bukan hanya padi," tandasnya.
Proyek pengairan yang ditinjau Prabowo itu dilaksanakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan). Prabowo mengatakan, lokasi proyek pengairan ini memiliki potensi sumber air yang sangat besar. "Hari ini, alhamdulillah sudah sekitar 700 hektare lahan pertanian yang bisa disirami," katanya.
Lurah Banyusoco Daman Huri mengakui, lahan-lahan di wilayah ini merupakan lahan kering. Apalagi jika memasuki musim membuat para petani terkendala dalam menanam. Sebab, air dari wilayah tersebut bersumber dari sungai bawah tanah. "Tempat kami akan dijadikan pilot proyek bantuan pengairan di lahan-lahan pertanian tentu dengan memanfaatkan sumber air dari sungai bawah tanah," ujarnya.
Diharapkan dengan bantuan itu, meski memasuki musim kemarau para petani tidak gagal panen. "Bapak Prabowo juga berjanji akan melanjutkan proyek-proyek pengairan di Kabupaten Gunungkidul," ungkapnya.
Dia merinci, proyek pengairan Universitas Pertahanan seluas 1.009 hektare lahan pertanian untuk dua wilayah, yakni Kalurahan Banyusoco dan Kalurahan Karangduwet. "Banyusoco rencananya 400 hektare dan Karangduwet 600 hektare," jelasnya.
Dua kalurahan itu 80 persen warga memanfaatkan air dari sungai bawah tanah. Pengeboran air dari sungai bawah tanah dengan kedalaman 30 meter.
Sementara itu, Rektor Unhan Letjen TNI Jonni Mahroza mengatakan, pipanisasi yang akan digunakan untuk pengairan baru saja selesai dikerjakan. Air bersih itu salah satunya untuk membantu pengairan pertanian warga. "Setahun kami harapkan dapat panen dua kali. Bantuan ini berasal dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto," katanya.
Proyek pengairan merupakan hasil penelitian dan eksplorasi yang dilakukan Satgas Air Unhan sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. "Bantuan ini akan dimanfaatkan oleh 1.500 kepala keluarga," tandasnya. (ndi/laz)