GUNUNGKIDUL - Korban jiwa diduga akibat keracunan makanan di Playen Gunungkidul kembali bertambah.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan, sebanyak 12 orang merasakan gejala keracunan makanan usai merayakan acara syukuran di salah satu rumah warga Kalurahan Ngawu, Playen, Kabupaten Gunungkidul.
Satu di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, korban jiwa akibat diduga keracunan menjadi dua orang usai mendapatkan perawatan medis di RS Nur Rohmah, Playen, Gunungkidul.
"Untuk korban ialah, anak perempuan berusia 9 tahun, dan lansia laki-laki berusia 60 tahun," jelas Ismono saat dikonfirmasi, Senin (27/5).
Korban lansia, kata Ismono, sempat dirujuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, namun nyawa yang bersangkutan tidak dapat terselamatkan.
Baca Juga: Biaya MDR QRIS Harus Ditanggung Merchant, BI DIY Gencarkan Sosialisasi
Sedangkan, korban berusia 9 tahun meninggal dunia di RS Nur Rohmah.
Dalam keterangannya, dari 12 warga yang mengalami gejala keracunan makanan, tiga orang dirawat di RS Bethesda Wonosari dan dua orang dirawat RS Nur Rohmah. Tujuh lainnya menjalani rawat jalan.
"Gejala yang dirasakan para pasien diare dan muntah-muntah," terangnya.
Pihaknya bersama Dinkes Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kepolisian dan perangkat desa setempat tengah melakukan penyelidikan epidomologi untuk mencari tahu penyebab dari para warga merasakan gejalan keracunan itu.
Terpisah, Lurah Ngawu Wibowo Dwi Jadmiko mengungkapkan, peristiwa dugaan keracunan bermula saat salah seorang warganya merayakan syukuran dengan mengundang keluarga besar, Kamis (23/5) malam lalu.
"Keesokan harinya, salah seorang dari para korban dilarikan ke rumah sakit dengan gejala muntah dan diare," ujar Wibowo kepada awak media.
Wibowo menerangkan, semua korban yang merasakan gejala keracunan merupakan keluarga besar.
Saat itu, mereka sedang berkumpul untuk merayakan syukuran karena salah satu keluarga diterima kerja.
"Informasi yang saya terima, mereka (para korban) menyantap sambelan, ayam dan urap-urapan. Setelah menyantap mereka merasakan mual-mual dan diare," pungkasnya.
Editor : Bahana.