RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menduga penyebab puluhan warga keracunan di Kapanewon Semin berasal dari bakteri tinja.
Sebanyak 89 warga harus mendapatkan penanganan medis akibat keracunan makanan saat mengikuti acara Yasinan di salah satu rumah warga di Kalitekuk, Semin, Rabu (15/5) lalu.
Warga yang keracunan mayoritas berusia dewasa dan mengalami diare dan gangguan pencernaan lainnya. Mereka menjalani perawatan di Puskesmas Semin I dan RSUD Wonosari.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, pihaknya mencurigai makanan yang dikonsumsi warga terkontaminasi bakteri Eschericihia Coli atau E. coli. Karena gejalanya diare atau gangguan pencernaan.”Jadi kemungkinan adanya bakteri E. Coli," ujarnya Selasa (21/5).
Eschericihia Coli atau E. coli adalah bakteri cemaran dari tinja. Biasanya sumber air dengan jarak septitank terlalu dekat sehingga bisa mencemari air yang digunakan. "Namun belum bisa kami simpulkan, masih menunggu hasil laboratorium," jelasnya.
Ismono menambahkan, pihaknya telah mengambil sampel makanan berupa rendang, kue-kue dan air minum yang dikonsumsi warga yang terkena gejala keracunan.
Keracunan makanan, kata Ismono, dapat terjadi akibat kurangnya perhatian masyarakat dalam kebersihan saat membuat makanan. "Baik dari cara pengolahan ataupun air yang digunakan juga kurang bagus atau tercemar bakteri," tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya memastikan kondisi warga yang keracunan mulai berangsur membaik. Warga yang sempat menjalani opname juga telah pulang ke rumahnya. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika