RADAR JOGJA - Antisipasi bencana kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaruh atensi terhadap warga yang terdampak.
Pasalnya, ratusan rumah di Padukuhan Temuireng, Temuireng 2, dan Gebang, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang harus membeli air bersih dari penyedia jasa. Harganya pun tidak murah, berkisar Rp 125 ribu sampai Rp 140 ribu untuk muatan 5.000 liter per-tangkinya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, masing-masing perangkat kapanewon telah memiliki anggaran bagi warga yang terdampak kekeringan. Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran Biaya Tak Terduga jika kekeringan semakin parah.
"Sebenarnya masing-masing perangkat kapanewon telah memiliki anggaran, mengenai kekeringan kalau kurang pasti kami akan siapkan bantuan selanjutnya," ujar Sunaryanta kepada awak media, Senin (20/5).
Di tempat yang sama, Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, 1.000 tangki air siap disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Menurutnya, masalah kekeringan selalu terasa di Bumi Handayani. "Seribu tangki kami siapkan dan akan disalurkan menggunakan lima mobil tangki ke wilayah-wilayah kekeringan yang mengusulkan ke kami," ujar Purwono.
Namun sejauh ini BPBD mengaku belum menerima permohonan bantuan air dari masyarakat maupun pemerintah desa setempat. Meski begitu, pihaknya berkomitmen akan bergerak cepat dalam penyaluran-penyaluran air bersih yang disiapkan. "Memang sekarang sudah masuk kemarau, namun begitu sampai sekarang belum ada permohonan dari masyarakat terkait bantuan air bersih," terangnya.
Penyaluran 1.000 tangki air bersih itu dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 400 juta. Pihaknya memprediksi stok ribuan tangki air bersih itu dapat dioptimalisasikan sampai dengan Bulan Oktober 2024 nanti. "Kondisi yang sekarang tidak separah tahun kemarin, kami mencatat hanya dua kapanewon yang tidak meminta droping air pada kemarau 2023," sebutnya.
Pada tahun lalu, kata Purwono, anggaran air bersih yang disiapkan mencapai Rp 800 juta. Pihaknya mengakui, anggaran masing-masing kapanewon dalam pengadaan air bersih berbeda-beda. "Karena jumlah wilayah yang terdampak kekeringan berbeda-beda, namun begitu kami berkomitmen untuk terus menyalurkan air bersih jika ada permohonan dari masyarakat," jelasnya.
Bahkan bantuan air bersih di setiap daerah yang terdampak tidak memiliki batasan. Pihaknya akan memenuhi permintaan jumlah tangki air bersih yang diusulkan masyarakat terdampak. (ndi)
Editor : Satria Pradika