Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paling Berdampak di Samigaluh, BPBD Kulon Progo Siagakan Lebih Dari 70 Tanki Air Droping Air

Anom Bagaskoro • Selasa, 21 Mei 2024 | 05:10 WIB

Dropping air dilakukan BPBD Kulon Progo diterima langsung oleh warga.
Dropping air dilakukan BPBD Kulon Progo diterima langsung oleh warga.
 

RADAR JOGJA - Memasuki musim kemarau, beberapa kapanewon mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih. Untuk mengatasai hal tersebut BPBD Kulon Progo mempersiapkan dropping air bersih, dengan berkordinasi melalui kalurahan. Untuk lebih menjangkau wilayah yang kesulitan air bersih.


"Sesuai prediksi BMKG sudah memasuki musim kemarau, sehingga kami mensiagakan untuk droping air bersih," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi, saat ditemui Radar Jogja, Senin (20/5).


Taufik menjelaskan, di tahun ini BPBD memiliki alokasi dropping air bersih sejumlah 60-70 tanki. Droping tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Baik untuk air minum maupun kegiatan lain yang membutuhkan air yang layak.


Apabila alokasi yang telah dianggarkan tak dapat memenuhi kebutuhan. Masyarakat tak perlu khawatir karena BPBD Kulon Progo memiliki mekanisme belanjak tak terduga (BTT). Yang mana mekanisme ini mengakomodir kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana, khusunya dalam konteks ini bencana kekeringan. "Masih ada BTT untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat," ucap Taufik.


Taufik menjelaskan, di Kulon Progo terdapat empat kapanewon yang sering dilanda kekeringan. Diantaranya Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Kokap. Dengan kekeringan paling berdampak bagi masyarakat di Kapanewon Samigaluh.


Menurutnya awal musim kemarau ini, BPBD Kulon Progo telah menerima laporan masyarakat terkait kekurangan air di Kapanewon Samigaluh dan Kalibawang. Pihaknya langsung melakukan pengecekan lokasi, kesesuaian informasi dan kordinasi dengan kalurahan. "Kami mengimbau agar pihak kalurahan juga ikut memantau kondisi masyarakat," ucapnya.


Taufik menjelaskan, mekanisme pengajuan dropping air sebaiknya dilakukan melalui desa. Pihak kalurahan nantinya akan mengirimkan sirat pengajuan droping air. Yang mana pihak kalurahan telah melakukan pengecekan mengenai kebutuhan masyarakat dan akses menuju lokasi dropping air.


Hal itu bertujuan untuk memastikan dropping air tepat sasaran san masyarakat menerima manfaatnya. Selain itu, wilayah yang membutuhkan dropping air terkadang memiliki akses yang sulit dijangkau. Sehingga perlu kordinasi terlebih dahulu untuk menjangkau wilayah tersebut.


Perihal kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan, BPBD Kulon Progo telah memetakan wilayah yang berpotensi. Dan telah menyiagakan dua armada truk tanki untuk distribusi air. Taufik menjelaskan, BPBD Kulon Progo juga telah berkordinasi dengan OPD Provinsi untuk membantu distribusi. Apabila armada di Kulon Progo kurang menjangkau. (gas/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#btt #kesulitan air bersih #BPBD Kulon Progo #musim kemarau #Droping Air #tanki air