RADAR JOGJA - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggut satu nyawa bocah berusia 12 tahun asal Semanu, Gunungkidul. Kabar meninggalnya satu pasien DB itu diketahui pada Rabu (15/5) . Gejala yang dirasakan pasien tersebut menunjukan tanda-tanda mulai membaik sehingga diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat warga yang terjangkit DB untuk tahun ini mencapai 666 orang dengan tiga meninggal dunia. Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, pasien DB yang meninggal dunia tersebut menjalani perawatan di fasilitas kesehatan (faskes) swasta.
Gejala yang menunjukan mulai membaik dan keterbatasan biaya sehingga bocah 12 tahun itu harus dirawat di rumahnya sendiri. "Informasi yang kami dapatkan, pasien sudah mulai membaik, ternyata itu masuk fase Dengue Shock Syndrome (DSS) yang mengakibatkan pasien tersebut meninggal dunia," ujar Ismono, Kamis (16/5).
Pihaknya kemudian melakukan upaya fogging untuk memberantas nyamuk Aedhes Aygypti di Kapanewon Semanu. Ismono juga menjelaskan, seiring berjalannya penanganan mewabahnya DB di Kabupaten Gunungkidul, tren peningkatan dari bulan ke bulan ikut menurun."Tren penurunan sejak April hingga Mei,serta didukung dengan cuaca yang mulai membaik," terangnya.
Dalam upaya pemberantasan nyamuk berbahaya itu, pihaknya juga telah melakukan fogging fokus di 33 lokasi. Namun begitu, ketersediaan obat Abathe di beberapa faskes mulai menipis. Begitu pula dengan fogging yang harusnya dapat dilakukan sebelum masa penularan. "Untuk stok Abathe sekarang sisa 60 kilogram dan belum ada biaya untuk pengadaan obat itu lagi, fogging juga terbatas untuk di 33 lokasi itu," jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat terus melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan segera ke faskes terdekat jika merasakan gejala DB. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika