RADAR JOGJA - Satu orang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Gunungkidul mengidap sakit Tubercolosis (TBC). Namun begitu, Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul bakal tetap memberangkatan CJH tersebut.
Kepala Kemenag Gunungkidul Sa'ban Nuroni menyebut, ada 320 CJH yang akan diberangkatkan ke tanah suci pada 25 Mei 2024 mendatang. "Yang satu mutasi ke luar daerah Gunungkidul karena hendak berangkat dengan keluarganya, sedangkan ada satu CJH yang terdeteksi TBC," ujar Nuroni saat dikonfirmasi, Selasa (13/5).
Dalam tahapan pemberangkatan haji, kata Nuroni, satu orang CJH di diagnosa TBC. Padahal, sebelumnya yang bersangkutan lulus pemeriksaan kesehatan.
"Semoga bisa berangkat, dan tetap dinyatakan sebagai yang istitaah dalam kesehatan, kami dengan Dinkes tengah berikhtiar agar yang bersangkutan dapat sembuh sebelum pemberangkatan," ucapnya.
Meskipun demikian, Nuroni mengatakan, penyakit TBC bukanlah hambatan calon jamaah haji untuk diberangkatkan ke tanah suci. Petugas kesehatan embarkasi akan memutuskan akan keberangkatan yang bersangkutan.
Namun juga, pembatalan keberangkatan jika yang bersangkutan mengurungkan niat untuk berangkat dikarenakan penyakit yang dideritanya. Pihaknya juga memastikan tidak ada CJH yang terdeteksi penyakit-penyakit kronis yang memungkinkan dapat membatalkan keberangkatan.
"Kalau yang TBC itu ketika sudah lulus seleksi kesehatan dan pelunasan biaya administrasi mengalami batuk dan divonis TBC oleh dokter yang menangani," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, satu orang jamaah haji yang mengalami sakit TBC itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia 67 tahun.
"Proses pemeriksaan sejak awal, semua CJH dinyatakan siap untuk berangkat atau istitaah," ujar Ismono.
Lelaki paro baya itu tengah menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Hasil koordinasi pihaknya dengan Kemenag Gunungkidul, CJH yang mengidap TBC itu akan tetap diberangkatkan ke embarkasi.
"Sampai di embarkasi akan diperiksa kembali oleh dokter, nanti kalau lulus akan diberangkatkan tapi kalau tidak lulus akan dipulangkan," jelasnya. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika