RADAR JOGJA - Minat masyarakat terhadap dunia pendidikan berbasis Islami di Kabupaten Gunungkidul terus menguat. Di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari bahkan menerapkan sistem inden dulu agar dapat memberikan pelayanan optimal.
Bagian Humas SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Tri Puji Rahayu mengatakan, sistem inden ternyata mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Mereka rela menunggu demi demi mendapatkan layanan terbaik. "Untuk pendaftaran tahun ajaran baru 2024-2025 kuota sudah penuh," kata Tri Puji Rahayu pada Kamis (2/5).
Di wilayah Gunungkidul, SD Muhammadiyah Al Mujahidin memang termasuk dalam sekolah favorit. Sepanjang tahun selalu ramai pendaftar. Secara umum pendaftaran peserta didik baru (PPDB) dibuka pada Juli namun sekarang sudah penuh. "Biasanya para orang tuanya bekerja di area Wonosari. Pulang sekolah dijemput seperti itu," ujarnya.
Karena pendaftarnya membludak, pihak sekolah sampai menambah kuota. Untuk lima kelas yang dimiliki, kuotanya mencapai 140 anak dan telah full sejak awal tahun. "Kami tidak asal menerima, karena ada proses seleksi melalui PKMT (pemetaan kematangan mental terpadu) atau psikotes untuk mengetahui kesiapan mental anak," jelasnya.
Meski ada persyaratan minimal masuk sekolah berusia enam tahun, tapi ada pengecualian asalkan memiliki bakat istimewa dan rekomendasi dari psikolog. Kepada calon peserta didik yang berminat masuk, pihaknya meminta agar menjalin komunikasi sejak awal."Pada Juli nanti kami mulai membuka pendaftaran untuk tahun depan. Buka pendaftaran tahun ajaran 2025-2026," ungkapnya.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Joko Kiswanto menyampaikan, sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis paham Muhammadiyah, sekolahnya berperan aktif dengan mengembangkan pendidikan. "Konsisten menetapkan tujuan sekolah yang menghasilkan lulusan unggul dan berprestasi," kata Joko Kriswanto. (gun/pra)