Sebab nanti jika hal itu dipaksakan, maka ditakutkan hal itu bisa menggunakan anggaran buat rehabilitasi itu terlalu banyak.
Dan kemudian nanti belum tentu setelah Porda venue-venue itu tidak dipakai kembali.
"Untuk itu maka kami sarankan untuk fokus saja kepada venue yang sudah ada yang tinggal perlu adanya pembenahan-pembenahan kecil. Dan juga venue-venue dari Cabor yang sangat berpotensi di Gunung Kidul saja. Sehingga nanti pasca Porda tetap bisa digunakan ," jelas Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, Jumat (3/5).
Sebelumnya untuk mensukseskan Porda XVII DIJ 2025 mendatang, KONI Kabupaten Gunungkidul dan Pemkab Gunungkidul telah melakukan persiapan.
Salah satu contohnya adalah upaya mempersiapkan venue pertandingan untuk cabor apa saja yang akan dipertandingkan.
Mengingat dulu ketika Kabupaten Gunung Kidul menjadi tuan rumah Porda beberapa tahun yang lalu, hampir 80 persen pertandingan dilaksanakan di luar Gunungkidul.
Maka KONI Kabupaten Gunungkidul berharap hal itu tidak terulang lagi pada Porda 2025 mendatang.
Sebenarnya saat ini, Pemkab Gunungkidul dan KONI Kabupaten Gunungkidul juga sudah mempersiapkan tiga sampai empat tahun sebelumnya terkait venue tersebut.
Salah satu contohnya adalah sudah mulai merehabilitasi Stadion Gelora Handayani.
Selain melakukan rehabilitasi Stadion, KONI Kabupaten Gunungkidul telah melakukan pembangunan lapangan tembak, baik indoor maupun yang di outdoor.
Dan kebetulan lapangan tembak yang ada di Gunungkidul itu menurut dari pengda maupun para penggiat olahraga menembak, lapangan itu yang paling bagus di DIY.
Walaupun saat ini pembangunan dan rehabilitasi fasilitas olahraga yang akan digunakan pada Porda 2025 mendatang masih dalam tahap penyelesaian.
Namun dengan masih adanya waktu sekitar satu tahun ke depan. Maka KONI Kabupaten Gunungkidul yakin bahwa pembangunan-pembangunan itu akan selesai dengan tepat waktu.
"Pada hari Jumat lalu kami telah mengadakan pertemuan dengan Pak Sekda Gunungkidul. Di mana intinya kami membahas hak kewajiban antara provinsi dalam hal ini KONI DIY dan Kabupaten Gunungkidul terkait tentang penyelenggaraan Porda nanti," ujar Djoko Pekik.
Dalam pertemuan itu juga, Djoko Pekik mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mengadakan verivikasi calon venue yang akan digunakan untuk Porda di Gunungkidul mendatang.
Akan tetapi dari hasil verifikasi itu, pihak KONI DIJ mengaku masih belum maksimal. Sehingga nanti akan mendetailkan lagi terkait verivikasi calon venue tersebut.
"Sehingga bisa segera kami berikan rekomendasi kepada Gunungkidul untuk venue apa saja yang perlu disiapkan olah Gunung Kidul dalam rangka Porda ke XVII tahun 2025 mendatang," tandas Djoko Pekik.
Editor : Bahana.