RADAR JOGJA - Umat muslim di seluruh dunia bersiap-siap untuk merayakan Idul Fitri dalam waktu dekat, tetapi suasana tegang mewarnai perayaan tersebut di beberapa komunitas.
Sebuah kontroversi muncul setelah seorang kakek dan sejumlah jemaah dari Masjid Aolia Gunungkidul, Yogyakarta, memilih untuk merayakan Idul Fitri lebih cepat dari tanggal yang sudah ditetapkan.
Munculnya kontroversi ini terbongkar melalui sebuah video yang menjadi viral di media sosial, di mana kakek tersebut dengan tegas menyatakan bahwa tanggal 4 April 2024 sudah mencapai 29 hari berpuasa, sehingga menurut keyakinannya, Idul Fitri jatuh pada tanggal 5 April 2024.
"Dengan tegas, saya tidak menggunakan perhitungan, saya berkomunikasi langsung dengan Allah Ta'ala," ungkap sang kakek dalam video berdurasi 27 detik yang tersebar di Twitter melalui akun @kegblgnunfaedh, dikutip pada Sabtu (6/4).
"Saya sudah menerima wahyu dari Allah bahwa tanggal 4 April 2024 itu sudah 29 hari puasa. Ya Allah, kapan Idul Fitri yang pertama ini?" tambahnya dengan keyakinan.
Pernyataan kakek tersebut langsung mengundang beragam reaksi dari warganet di media sosial.
Salah satunya, akun @irdhiansyahSS menyoroti bahwa penetapan bulan baru konjungsi jatuh pada tanggal 9 April, sehingga merayakan Idul Fitri sebelum tanggal tersebut memunculkan pertanyaan yang signifikan.
"Ini harusnya @MUIPusat memberikan bimbingan, bulan baru bahkan belum terlihat, tetapi sudah merayakan Idul Fitri. Ini tidak memiliki dasar ilmiah dan agama," ujar akun tersebut.
Menyikapi hal ini, MUI (Majelis Ulama Indonesia) memberikan tanggapan bahwa penetapan tanggal Idul Fitri memerlukan proses yang sesuai dengan tuntunan agama.
Sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama merupakan langkah penting dalam menetapkan hari raya, dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti pemandangan hilal dan penyaksian umat muslim yang terkait.
Kontroversi ini menunjukkan kompleksitas dalam menentukan hari raya dalam agama Islam, di mana interpretasi dan pengamatan individual dapat bertentangan dengan otoritas resmi.
Meskipun demikian, semangat persatuan dan kedamaian diharapkan tetap terjaga di tengah perbedaan pendapat ini.
Masjid Aolia merupakan salah satu masjid yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Masjid ini dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat setempat.
Dengan keputusan yang kontroversial ini, Masjid Aolia menjadi pusat perhatian di kalangan umat Islam di Indonesia.
Editor : Bahana.