RADAR JOGJA - Sebanyak 11,7 juta orang diperkirakan akan mudik ke Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Polres Gunungkidul memprediksi akan terjadi kemacetan lalu lintas di sejumlah jalur mudik ataupun wisata, termasuk di wilayah Gunungkidul.
Jalur Jogja-Wonosari sebagai jalur utama mudik ke Gunungkidul memiliki tingkat kerawanan kemacetan yang tinggi selama arus mudik Lebaran nanti.
Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Sumantri mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi kemacetan dan keselamatan berlalu lintas untuk pemudik yang akan masuk ke Bumi Handayani.
"Kami sudah menyiapkan personel di beberapa titik rawan kemacetan selama libur Lebaran, guna membantu kelancaran lalu lintas," ujar Edy kepada awak media, Rabu (3/4).
Pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terdapat kemacetan di jalur mudik maupun wisata di Kabupaten Gunungkidul. Jalur wisata pantai selatan paling berpotensi akan adanya kepadatan lalu lintas ketika libur Lebaran. Salah satunya jalan menuju kawasan destinasi Pantai Baron, Kapanewon Tanjungsari.
Selain kemacetan, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi akan kecelakaan lalu lintas di jalur mudik maupun wisata pantai selatan. "Dari arah Utara Gunungkidul, kami telah merekomendasikan ke Diskominfo untuk menghapus jalur rawan kecelakaan," ucapnya.
Pihaknya juga telah menyiagakan personel di jalur-jalur blind spot yang berpotensi membahayakan pengendara jalan.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul Iptu Kevin Ibrahim mengatakan, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan arus lalu lintas pada jalur penghubung Klaten - Gunungkidul mengingat Tol Jogja-Solo telah beroperasi. "Kami sudah menyiapkan jalur alternatif jika terjadi kemacetan saat arus mudik nanti," ujar Kevin.
Jalur alternatif salah satunya Jalan Tawang - Ngalang yang baru saja dibangun. Bahkan, pihaknya akan memberlakukan satu arah jika terjadi kemacetan saat arus mudik. "Rekayasa lalu lintas kami terapkan mulai dari wilayah Patuk, Jalur wisata Pantai, Heha Ocean View, dan Obelix Sky View," ungkapnya.
Namun begitu, rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan akan bersifat kondisional apabila tejadi kepadatan arus lalu lintas. (cr6/din).