GUNUNGKIDUL - Goa Pindul, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, menghadirkan atraksi cave tubing atau menyusuri keindahan gua dari sungai bawah tanah.
Goa Pindul resmi menjadi objek wisata sejak tanggal 31 Juli Tahun 2010 silam, yang dipelopori oleh warga setempat bernama Subagiyo.
Saat Radar Jogja menemui Subagiyo di Goa Pindul pada Jumat (22/3) siang, tampak wisata alam dalam keadaan sepi pengunjung.
Mungkin, karena Bulan Ramadhan bukanlah waktu yang pas untuk berlibur.
Subagiyo menceritakan, awal berdirinya objek wisata Goa Pindul sempat mendapatkan berbagai penolakan-penolakan dari warga mengingat tempat itu sangat sakral.
"Rata-rata banyak yang menganggap di goa itu memiliki penghuni dan tidak boleh disentuh oleh siapapun," ujar Subagiyo kepada Radar Jogja.
Meski begitu, melihat potensi wisata yang dapat memajukan perekonomian desa, Subagiyo meyakinkan warga bahwa kekayaan alam yang dimiliki Desa Bejiharjo dapat dimanfaatkan daripada dikelola oleh orang-orang dari luar daerah.
"Mulai dari fasilitas, pelaku usaha, relawan dan operasional wisata Goa Pindul dikelola oleh kami warga setempat," katanya.
Warga meyakini, Goa Pindul memiliki sejarah kerajaan-kerajaan jaman dulu.
Subagiyo mengatakan, Goa Pindul merupakan tempat pertapaan Ki Ageng Mangir Suryo anak cucu Panembahan Senopati.
"Ki Ageng Mangir Suryo tidak dikehendaki masuk ke keraton sehingga memilih Goa Pindul sebagai tempat pertapaan dan memandikan putra keraton saat itu," katanya.
Kendati demikian, Subagiyo tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai sejarah dari Goa Pindul itu.
Wisata alam Goa Pindul memiliki berbagai fasilitas yang dapat memanjakan wisatawan ketika ingin cave tubing ataupun sekedar menyelam di sungai bawah tanah itu.
Bagiyo mengatakan, dengan membeli paket seharga Rp 45 ribu per-orang, wisatawan mendapatkan ban pelampung untuk menyusuri sungai bawah tanah sepanjang 350 meter.
"Untuk durasi susur sungai selama sejam, wisatawan akan ditemani pemandu wisata dan serta dilengkapi peralatan safety diving," katanya.
Tak hanya susur sungai, wisatawan dapat memacu adrenalin dengan menggunakan sarana off road di sejumlah objek wisata Goa Pindul.
Wisatawan juga diperbolehkan memancing di perairan sungai bawah tanah Goa Pindul.
Bahkan, wisata alam Goa Pindul juga menyediakan homestay bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi keindahan alam yang terdapat di Desa Bejiharjo. Tentunya dengan harga yang terjangkau.
"Sekitar 62 homestay bagi wisatawan yang mau menginap, hampir semua milik warga setempat," pungkasnya.
Hingga saat ini Goa Pindul masih menjadi destinasi wisata andalan untuk Kabupaten Gunungkidul dengan maksimal kunjungan 2.000 orang. (cr6)