GUNUNGKIDUL - Serangan hewan monyet ekor panjang kian meresahkan warga Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.
Bagaimana tidak, lahan-lahan pertanian milik warga dirusak bahkan menyerang kambing-kambing ternak milik warga setempat.
Ulu-ulu Kalurahan Purwodadi Suroyo mengatakan, warga mulai kewalahan mengusir monyet-monyet yang datang berbondong-bondong merusak lahan pertanian.
"Biasanya sampai ratusan ekor ke lahan kami, memakan tanaman jagung, kacang hingga singkong kami," keluh Suroyo saat dihubungi, Selasa (19/3).
Lebih parahnya lagi, serangan ratusan hewan itu tidak hanya di lahan pertanian, melainkan hingga masuk ke permukiman warga.
Telur dan hewan ternak pun ikut diserang ratusan monyet itu.
Suroyo mengaku, kejadian itu telah dirasakan warga selama tiga tahun lamanya.
Monyet ekor panjang menyerang lahan secara berkelompok setiap waktunya.
"Upaya kami memasang jaring dan mengusir, namun tidak membuahkan hasil, serangan terus terjadi," katanya.
Akibatnya, para petani di Kalurahan Purwodadi mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat serangan monyet ekor panjang.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, meletakan pakan-pakan monyet jauh dari lahan warga.
"Demi mengurangi konflik antara monyet ekor panjang dan warga setempat, pakan tersebar di Purwodadi, Tepus, Gilipanggung, dan Sidoharjo," ujar Hary.
Pihaknya tengah menyusun kajian penanganan monyet ekor panjang serta lokasi penanganannya ke depan.
"Kami bekerja sama dengan akadamisi dari UGM untuk menangani permasalahan yang ada," jelasnya.
Pakan monyet ekor panjang yang diletakkan di beberapa tempat, kata Hary, akan diberikan selama 10 bulan sebagai upaya penanganan serangan lahan-lahan warga. (cr6)
Editor : Amin Surachmad