RADAR JOGJA - Hujan disertai angin kencang juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul kemarin (25/2). BPBD Gumungkidul mencatat, puluhan rumah terdampak bencana hidremeteorologi ini. Rumah-rumah warga rusak akibat diterjang angin kencang dan tertimpa pohon tumbang sejak Sabtu (24/2).
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 26 rumah dan satu fasilitas pendidikan ambles akibat diterjang angin kencang dan tertimpa pohon tumbang. Kabid Kedaruratan dan Logistik Sumadi menyebut, 23 rumah terdampak pohon tumbang dan angin kencang di Kapanewon Semanu.
"Di Kapanewon Nglipar satu rumah dan satu fasilitas pendidikan, serta satu rumah di Rongkop," ujar Sumadi saat dikonfirmasi. Menanggapi fenomena cuaca ekstrem yang terjadi selama dua hari, BPBD memperingatkan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi mengancam jika terjadi hujan deras disertai angin kencang. "Masyarakat juga diharapkan menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho daerah rawan longsor dan daerah aliran sungai ketika hujan deras disertai angin kencang dan petir," tambahnya.
Dari seluruh kerusakan akibat cuaca ekstrem, BPBD memperkirakan kerugian warga yang terdampak mencapai Rp 32 juta.
Sementara itu, Panewu Semanu Emanuel Krisna Juwoto menyebut, kerusakan terparah akibat cuaca ekstrem terdapat di Kalurahan Pacarejo. "Sebanyak sembilan pohon tumbang menimpa rumah warga dan menutup akses jalan," ujarnya.
Selain itu juga, hujan yang disertai angin kencang juga menghempas atap-atap bangunan rumah warga. Tak hanya menimpa rumah, pohon tumbang juga menimpa tiang listrik. "Beberapa pohon tumbang sudah tertangani berkat gotong royong warga dan relawan," katanya.
Dari Sleman dilaporkan, hujan deras kemarin (25/2) siang hingga sore mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Dari informasi yang diterima Radar Jogja, banjir melanda sejumlah titik. Seperti di Jalan Raya Candi Gebang, Wedomartani, Ngemplak. Di wilayah itu luapan air sampai mengalir ke jalan dan mengakibatkan sejumlah pengendara jatuh akibat derasnya arus.
Kondisi sama juga terjadi di kawasan Ring Road Utara, tepatnya di depan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta. Banjir yang terjadi setinggi roda sepeda motor. Akibatnya, tidak sedikit pengguna jalan yang harus mendorong kendaraannya karena macet.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan membenarkan kejadian tersebut. Adapun di Jalan Raya Candi Gebang disebabkan karena drainase yang tersumbat, sehingga mengakibatkan air tidak bisa masuk ke gorong-gorong dan tumpah ke jalan.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Hanya saja ada dampak kerusakan berupa aspal mengelupas di lokasi terjadinya banjir akibat digerus air yang cukup deras. Selain itu arus air juga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Dari pendataan BPBD Sleman hingga pukul 15.52, aa tiga kapanewon yang mengalami kejadian bencana. Wilayah terbanyak di Kapanewon Ngemplak dengan tujuh titik kejadian bencana. (cr6/inu/laz)