Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Kambing Mati Mendadak di Ponjong Gunungkidul, Ada yang Sempat Dikonsumsi Warga

Andi May • Kamis, 22 Februari 2024 | 19:27 WIB

Puluhan kambing dilaporkan mati mendadak di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
Puluhan kambing dilaporkan mati mendadak di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Diduga karena keracunan, puluhan kambing ternak di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Ponjong Gunungkidul mati mendadak, Rabu (21/2).

Pengakuan pemilik hewan ternak Rahmat (40), kambing-kambing yang dalam kondisi lemas disembelih lalu dikonsumsi warga.

Kematian secara bersamaan dan mendadak puluhan hewan ternak itu sempat mengejutkan Rahmat.

“Setau kambing-kambing saya dalam keadaan sehat, makanya saya kaget ketika saya ke kandang menemukan tiba-tiba mati,” ujar Rahmat saat dihubungi, Kamis (22/2).

Malam sebelum kejadian itu, puluhan kambing itu diberikan pakan daun singkong karet oleh Rahmat. Menurutnya, daun singkong karet sudah menjadi pakan rutin untuk hewan ternak miliknya.

“Pagi hari saya mengecek kandang dan melihat beberapa ekor kambing mati dan yang lainnya dalam kondisi lemas,” tuturnya.

Rahmat menuturkan, kambing-kambing yang dalam kondisi lemas diberikan ke warga untuk segera disembelih.

Sedangkan yang mati dikubur dekat pekarangan kandang miliknya.

Setidaknya 28 kambing dilaporkan mati mendadak. Meskipun begitu Rahmat belum mengetahui penyebab dari kematian puluhan kambing miliknya.

“Kami laporkan ke Puskeswan untuk dilakukan uji lab mengenai kematian kambing-kambing saya, dugaan sementara karena keracunan pakan daun singkong karet yang saya berikan,” ucapnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, setelah menerima laporan kejadian puluhan hewan ternak itu, pihaknya langsung mengerahkan puskeswan untuk ke tempat kejadian.

"Dari analisa sementara kami, diduga puluhan kami mati karena keracunan pakan daun singkong karet," ujar Wibawanti saat ditemui di kantornya.

Wibawanti menjelaskan, pakan daun singkong karet memiliki kadar sianida yang berlebih dan berbahaya bagi hewan-hewan ternak. Apalagi, jika pemberian pakan itu dilakukan secara rutin sehingga berpotensi keracunan terhadap hewan ternak.

Kasus kematian kambing-kambing ternak milik Rahmat, kata Wibawanti, bukanlah kejadian yang pertama kali. Pada Januari 2024, sebanyak enam kambing milik Rahmat dilaporkan mengalami kematian mendadak.

"Hasil uji lab hewan ternak untuk Bulan Januari kemarin, negatif dari bakteri-bakteri membahayakan," katanya.

Ditanya mengenai kambing yang sempat dikonsumsi warga, Wibawanti menyebutkan, 11 kambing dalam kondisi lemas disembelih untuk dikonsumsi warga.

Berdasarkan pemantauan pihaknya, tidak ada kondisi yang membahayakan dari kematian puluhan kambing milik Rahmat itu.

"Namun anjuran kami, sebaiknya tidak dikonsumsi, karena kematian secara mendadak harus menunggu uji sampel untuk mengetahui penyebab kematian puluhan hewan ternak itu," tuturnya.

Pihaknya mengimbau, agar peternak selalu memperhatikan pakan - pakan hewan ternak yang baik, rutin membersihkan kandang untuk mengantisipasi kejadian-kejadian serupa. (cr6).

Editor : Bahana.
#kambing mati #Gunungkidul #keracunan