RADAR JOGJA - Musim penghujan di Kabupaten Gunungkidul yang terjadi selama beberapa hari menimbulkan sejumlah bencana hidremeteorologi. Di antaranya, angin kencang dan tanah longsor dan berpotensi menimbulkan bencana tanah longsor. Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengkhawatirkan bencana sungai meluap akibat hujan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul Supriyanta mengatakan, beberapa destinasi wisata air harus terpaksa di tutup sementara oleh pengelola dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan. "Khususnya wisata air, pengelola wisata Gua Pindul terpaksa menutup sementara destinasi karena volume air yang meningkat," ujar Supriyanta saat dihubungi, kemarin (4/1).
Beberapa destinasi wisata air di Kabupaten Gunungkidul memanfaatkan aliran sungai Oya seperti Gua Pindul, Air terjun Sri Getuk, dan Kali Suci. Menurutnya, peningkatan volume air apalagi di musim penghujan merupakan situasi yang dapat membahayakan wisatawan.
Meskipun begitu, untuk bentuk antisipasi awal yang dilakukan pengelola yakni berkoordinasi dengan masyarakat yang berada di hulu sungai untuk memberitahu kondisi hulu sungai. "Pengelola wisata rutin melakukan koordinasi dengan warga yang berada di hulu sungai untuk mengetahui kondisi aliran sungai," tuturnya.
Supriyanta mengungkapkan, jika sungai meluap, pihak pengelola sesegara mungkin mengambil langkah untuk menutup kawasan destinasi wisata demi menghindari kejadian yang membahayakan pengunjung. "Untuk itu, kami mengimbau pengelola wisata agar selalu meningkatkan kewaspadaan ," imbaunya.
Tak hanya wisatawan, pihaknya juga meminta ke pengelola wisata air untuk dapat menutup sementara destinasi jika kondisi aliran sungai dapa membahayakan. Selalu memperhatikan peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar menjadi pertimbangan beroperasinya destinadi wisata atau tidak.
Pihaknya memastikan, tidak ada laporan atau aduan dari masyarakat ataupun pengelola wisata mengenai kondisi yang membahayakan wisatawan selama musim penghujan.Supriyanta juga mengaku selama musim hujan melanda, tingkat kunjungan sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul mulai menurun. "Kami berharap dengan banyaknya hari libur di Februari dan cuaca yang mulai bersahabat dapat meningkatkan jumlah pengunjung destinasi wisata baik wisata air maupun pantai," imbuhnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaca Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono membenarkan adanya peningkatan volume air di Sungai Oya sepanjang musim penghujan melanda. "Namun begitu tidak sampai dengan kondisi yang membahayakan warga," ujar Purwono.
Peningkatan volume air di Sungai Oya hanya terjadi tiga jam seusai intensitas hujan mulai perlahan meredah. Upaya mitigasi bencana pada hunian bantaran sungai telah dilakukan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) setempat. Berdasarkan prakiraan BMKG puncak dari musim penghujan yakni di Januari dan Februari.(cr6/din)
Editor : Satria Pradika