GUNUNGKIDUL - Cuaca ekstrem yang melanda akibat diterjang Siklon Tropis Anggrek juga berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
Selama hujan lebat melanda Bumi Handayani, jumlah pengunjung di kawasan wisata kian menunjukan penurunan khususnya di wisata unggulan Pantai Selatan Gunungkidul.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Oneng Windu Wardhana mengatakan, melesatnya jumlah kunjungan biasanya di waktu weekend atau Sabtu dan Minggu.
"Biasanya mencapai 19 ribuan pengunjung, namun bulan ini terjadi penurunan," ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Rabu (24/1).
Berdasarkan data jumlah pengunjung, tercatat pada Sabtu, 13 Januari 2024, jumlah pengunjung 11.109 wisatawan. Minggu, 14 Januari 2024 naik mencapai 17.173.
Penurunan signifikan terdapat pada Sabtu, 20 Januari 2024 yang kala itu diterjang hujan lebat yang disertai angin kencang.
"Jumlah wisatawan hanya berkisar 8.113 orang saja," ucapnya.
Tanggal 21 Januari 2023, cuaca mulai bersahabat dan angka wisatawan kembali naik dengan jumlah pengunjung 12.274 orang.
Oneng mengaku, jumlah wisatawan di kawasan wisata terbilang minim saat cuaca buruk melanda.
Namun begitu, faktor kondisi cuaca bukanlah satu-satunya penyebab dari penurunan jumlah pengunjung.
"Sebenarnya bukan hanya faktor cuaca, tren penurunan jumlah pengunjung juga disertai dengan tanggal merah atau hari-hari libur," jelasnya.
Oneng menuturkan, tren peningkatan jumlah wisatawan terakhir pada libur Natal dan tahun baru (nataru).
Tercatat, 560 ribu orang berkunjung di sejumlah wisata di Gunungkidul.
Meskipun cuaca esktrem melanda, pihaknya tetap membuka destinasi wisata sesuai dengan pertimbangan pengelola destinasi.
"Dengan pertimbangan apakah sudah membahayakan wisatawan atau tidak, namun himbauan dari Satlinmas SAR dan kami tetap berjalan," tuturnya.
Menurutnya, penutupan destinasi wisata dapat dilakukan jika sudah berstatus darurat atau berpotensi terjadi bencana alam yang mengancam keselamatan.
"Tim SAR kan juga sudah memberikan peringatan terkait gelombang tinggi, bahkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat telah melakukan langkah antisipasi akan hal itu," ungkapnya.
Pihaknya juga rutin melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengenai potensi bencana pada cuaca ekstrem.
"Tapi, kami cenderung dalam upaya pencegahan yang melibatkan Satlinmas SAR di kawasan wisata," katanya.
Kendati demikian, pihaknya belum menerima laporan tentang kondisi membahayakan wisatawan ketika berkunjung di kawasan wisata baik pantai dan goa.
"Kami mengimbau wisatawan dapat mematuhi rambu-rambu keselamatan saat berwisata di pantai maupun di goa," imbuhnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad