GUNUNGKIDUL - Baru saja diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, badan jalan jalur alternatif Kabupaten Sleman dengan Gunungkidul mengalami kerusakan.
Kerusakan terdapat pada ruas jalan Tawang-Ngalang yang diketahui menelan anggaran Rp 269 miliar sepanjang 9,5 Kilometer menggunakan Dana Keistimewaan.
Kerusakan terlihat pada aspal jalan dan penahan tanah proyek pembangunan ruas Jalan Tawang-Ngalang. Tepatnya, di sekitaran Jembatan Bobung-Kepil, Patuk, Minggu (21/1).
Terpantau, aspal dan penahan tanah mengalami keretakan memanjang hingga ke jembatan Bobung-Kepil.
Warga Padukuhan Bobung Slamet Budiono mengatakan, muncul retakan memanjang pada aspal dan beton penahan tanah di sekitaran Jembatan Bobung-Kepil.
"Saat itu saya sedang cek ladang, kaget lihat aspal amblas dan retak pada penahan tanah, padahal ini kan baru diresmikan Ngarso Dalem kemarin," ujarnya saat ditemui, Minggu (21/1).
Ia menduga keretakan terjadi akibat hujan yang tak kunjung redah sehingga aspal dan beton terkikis oleh air hujan.
Meskipun begitu, ia khawatir kondisi aspal dapat membahayakan pengguna jalan.
Terpisah, Kepala Dinas PUP ESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kerusakan pada badan jalan di sekitaran Jembatan Bobung-Kepil.
"Iya, tim kami sudah tau, besok akan diperbaiki," ujarnya saat dihubungi.
Menurutnya, kerusakan pada badan jalan dan beton penahan jalan diakibatkan cuaca ekstrem dengan hujan deras sehingga mengakibatkan pergerakan pada tanah timbunan di sekitar jembatan.
"Kemungkinan bagian timbunan kemasukan air sehingga yang berakibat bagian atas menjadi amblas," ucapnya.
Kendati demikian, selama cuaca ekstrem, pihaknya selalu memantau kondisi ruas jalan untuk mengetahui kerusakan dan akan dilakukan perbaikan secepatnya.
"Tidak hanya di jembatan itu, berlaku untuk semua jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan kami," ucapnya.
Ia memastikan pemeliharaan ruas jalan penghubung Sleman dan Gunungkidul selama satu tahun dari Dinas PUP ESDM DIY.
"Untuk itu, informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan, apabila ada kerusakan bisa turut segera menginformasikan ke kami dengan menghubungi aduan DPUP ESDM DIY 0852-0033-0000," imbuhnya.
Sebelumnya, Anna mengaku beberapa area pembangunan memiliki potensi bencana tanah longsor.
Namun begitu, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan membangun dinding penahan tanah pada ruas jalan dan jembatan. (cr6)
Editor : Amin Surachmad