GUNUNGKIDUL - Sebanyak lima personel Polsek Girisubo dikerahkan untuk mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Insiden pohon tumbang menutup akses utama Jalan Sadeng -Jerukwudel, Girisubo, Gunungkidul, Kamis (18/1) pagi.
Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanto mengatakan, pohon asam londo dengan diameter sekitar setengah meter tiba-tiba ambruk dan menutup akses jalan.
"Kondisi pohon belun lapuk, namun karena curah hujan yang lama disertai angin kencang sehingga tanah tidak mampu menopang pohon sehingga ambruk," ujar Agus saat dihubungi.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam insiden itu. "Jauh dari pemukiman warga, namun akses jalan terganggu," ucapnya.
Proses evakuasi tidak berlangsung lama, personel kepolisian dilengkapi dengan alat senso yang telah disiapkan untuk mengevakuasi kejadian-kejadian serupa selama musim hujan melanda.
"Proses evakuasi juga dibantu oleh masyarakat sekitar, jadi tidak butuh waktu lama, tetapi yang menghambat tadi karena pohon memiliki duri," ungkapnya.
Agus juga menilai pohon yang berpotensi tumbang yakni di tempat-tempat tinggi sehingga hujan yang cukup lama membuat tanah tidak dapat menahan pohon.
Untuk itu, dia mengimbau kepada pengguna jalan dan masyarakat untuk selalu waspada dengan potensi-potensi bencana yang terjadi selama cuaca ekstrem.
"Kepada warga sekitar juga kiranya dapat memotong ranting-ranting pohon yang dinilai membahayakan," ucapnya.
Tak sampai di situ, selama cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah Gunungkidul, pihaknya juga akan mengefektifkan kegiatan-kegiatan serupa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan imbas hujan yang disertai angin kencang.
Panewu Girisubo Edi Sedono membenarkan insiden pohon tumbang yang terjadi di Jalan Sadeng - Jerukwudel.
Namun, ia juga memastikan tidak adanya korban jiwa ataupun luka akibat insiden itu.
"Insiden pohon tumbang sebenarnya jarang terjadi di sini (Kapanewon Girisubo) baru kali ini saja, namun sudah dikondisikan," ujar Edi Sedono.
Menurutnya, musim penghujan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Mungkin karena kemarau yang berkepanjangan, jadi pas musim penghujan menjadi cuaca yang cukup ekstrem," katanya.
Ia juga mengimbau kepada warga jik terdapat pohon yang kemungkinan berpotensi ambruk agar sekiranya dikurangi dahan-dahannya.
"Jika berpotensi roboh sekalian ditebang saja," ungkapnya.
Untuk bencana Hidrometerologi selama cuaca ekstrem, Edi menjelaskan tidak ada laporan yang menimpa masyarakat.
"Namun tetap harus waspada, kami juga telah menyediakan jalur evakuasi yang ada di beberapa desa dan kawasan wisata pantai," imbuhnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad