RADAR JOGJA - Tahun ini Pemkab Gunungkidul berupaya meningkatkan pelayanan di berbagai sektor seperti air, investasi, wisata dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) serta penanganan korban bencana. Di penghujung 2023 angka kemiskinan mengalami penurunan dari 15,86 persen menjadi 15, 60 persen.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, tahun ini Pemkab Gunungkidul berupaya meningkatkan pelayanan di berbagai sektor seperti air, investasi, wisata dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
"Untuk air pada tahun 2023, beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan layanan air minum masyarakat," kata Sunaryanta.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Dishub Gunungkidul Menyiapkan Skema Rekayasa Jalur di Lima Lokasi, Mana Saja?
Program peningkatan layanan penyediaan air minum meliputi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan (HAMP), serta Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dirut PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta berkomitmen mencukupi ketersediaan air bersih secara adil, merata dan berkelanjutan melalui berbagai sumber pendanaan. Tujuannya memberikan pelayanan air bersih secara maksimal.
"Seperti pembangunan optimalisasi sungai bawah tanah Ngobaran, optimalisasi Water Treatment Plan di Seropan dengan harapan kekeruhan air disaat musim penghujan di Gunungkidul dapat teratasi," kata Toto Sugiharta.
Baca Juga: Pemilik Kartu Indonesia Anak Gunungkidul Dapat Diskon Masuk Destinasi Wisata dan Belanja
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan, tahun ini mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemkab juga memperhatikan masyarakat yang menjadi korban bencana. Di Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, dibangun shelter dan relokasi rumah warga korban bencana tanah longsor.
"Pembangunan, rehabilitasi rumah korban bencana ini merupakan bukti kehadiran pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena bencana alam," kata Irawan Jatmiko.
Baca Juga: JJLS Gunungkidul Dibuka, Mampu Urai Kemacetan, Tapi Tidak Berpengaruh ke Jumlah Wisatawan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga memperhatikan peningkatan pelayanan di berbagai sektor. Baik pendidikan, maupun kesehatan, dengan membangun gedung laboratorium kesehatan, gedung rawat inap di RSUD Saptosari maupun pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah.
"Selain itu juga infrastruktur penunjang di antaranya pembangunan area parkir di Kawasan Wisata Nglanggeran serta pembangunan ruas jalan," terangnya.
Di sektor pariwisata, dari tahun ke tahun perkembangan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul semakin meningkat kunjungan wisata selama 2022 tercatat sebanyak 2. 817.978, tahun ini tercatat sebanyak 2.962.184.
Baca Juga: Kampung Pagi Telat, Malam Lebih Cepat Wotawati Gunungkidul Akan Dijadikan Tempat Wisata
Hadirnya destinasi wisata buatan di Gunungkidul di antaranya Obelix Sea View ,Stone Valley, Jungwok Blue Ocean, sebagai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mendatangkan investor.
Keanekaragaman sumber daya alam yang ada di Kabupaten Gunungkidul,menjadikan pertimbangan Pemerintah Daerah menawarkan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul. Potensi unggulan yang bisa ditawarkan kepada investor diantaranya sektor pariwisata, pertanian dalam arti luas serta industri kecil.
Baca Juga: Hujan Normal Baru Terjadi Pertengahan Februari 2024, Permintaan Air Bersih di Gunungkidul Masih Terjadi
Pada penghujung tahun 2023 investasi di Gunungkidul telah melebihi target yang ditetapkan, yaitu target investasi tahun 2023 sebesar Rp 447.000.000.000 dan nilai investasi per 1 Januari- 30 September 2023 sebesar Rp 451.433.693.884.
Seiring dengan hal tersebut angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan. Sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik, tercatat Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2022 sebesar 15,86 persen dan pada tahun 2023 turun menjadi 15, 60 persen. Sedangkan data indikator kemiskinan, jumlah penduduk miskin pada tahun 2022 sebanyak 122, 82 ribu dan tahun 2023 turun menjadi 122,24 ribu. (gun)