GUNUNGKIDUL - Bantuan pangan dari pemerintah pusat diperpanjang.
Di Gunungkidul bantuan beras akhir tahun ini menyasar 18 kapanewon dan ditujukan kepada 105.154 keluarga penerima manfaat (KPM).
Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunungkidul Suyono mengatakan, program bantuan pangan bertujuan untuk mengurangi kenaikan harg
"Awalnya enam bulan dibagi dua tahap, kemudian turun lagi untuk bulan ini," ujarnya.
Tahap pertama alokasi April, Mei, dan Juni. Tahap kedua alokasi September, Oktober dan November.
Kemudian tambahan bantuan pangan beras akhir tahun ini pendistribusian sedang berlangsung sesuai dengan jadwal.
"Bantuan diperpanjang juga karena dampak El Nino ya," terangnya.
Suyono menyebut, meski bantuan beras pusat diperpanjang namun tidak mempengaruhi jumlah penerima.
Data keluarga penerima manfaat pada tahap satu, dua dan Desember 2023 tetap sama.
"Setiap keluarga penerima manfaat mendapat 10 kilo gram (kg)," jelasnya.
Total cadangan pangan beras pusat yang disalurkan di Gunungkidul, mengacu pada data sebanyak 1,051.540 kg.
Pihaknya memastikan, beras yang disalurkan melalui BULOG tersebut dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul Asar Janjang Riyanti tidak menampik harga beras di Gunungkidul masih tinggi.
Mengacu pada stabilisasi pasokan dan harga pangan harga eceran tertinggi (SPHP) harga beras Rp 10.900 per kg.
"Sekarang harga masih di kisaran Rp 13 ribu per kg dan Rp 15 ribu per kg," kata Asar Janjang Riyanti.
Sejauh ini program stabilisasi atau pengendalian harga belum mempengaruhi harga beras di pasaran.
Namun demikian pihaknya memastikan untuk stok oleh BULOG dipastikan aman sampai dengan 10,8 bulan ke depan. (gun/bah)
Editor : Bahana.