GUNUNGKIDUL - Bantuan Langsung Tunai Program Keluarga Harapan (BLT PKH) tahap empat mulai dicairkan. Di wilayah Gunungkidul total anggaran sekitar Rp 26,3 miliar.
Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul Herjun Pangaribowo mengatakan, penerima manfaat PKH diambil dari basis data yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
"Berdasarkan rekap bansos PKH periode November-Desember total ada 47.753 KPM dengan nilai bantuan sebesar Rp 26.333.939.228," kata Herjun Pangaribowo Senin (20/11).
Dia menjelaskan, jumlah penerima terbanyak PKH ada di Kapanewon Semanu mencapai 4312 KPM. Total nominal bantuan yang diterimakan besarannya mencapai Rp 2,3 miliar.
"Terkecil Kapanewon Girsubo 1312 KPM nominal bantuan Rp 787 sekian juta," jelasnya.
Pencairan dilakukan secara bertahap atau per termin sesuai dengan alokasi Kemensos. Besaran rupiah penerima bansos PKH variatif.
"Bansos PKH sudah masuk ke rekening KPM, sudah mulai diambil," ujarnya.
Penyalurannnya melalui ATM Bank Mandiri dan kantor pos. Di Gunungkidul pengambilan BLT PKH juga disalurkan melalui Kantor Pos Wonosari, jumlahnya sekitar 4000 KPM.
"Masih ada kemungkinan nanti tambah data penerima lagi, karena sistemnya penyaluran PKH tidak sekali. Data turun per termin," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul Giyanto mengatakan sebanyak 10261 KPM dinonaktifkan secara otomatis dari penerima bansos.
"Tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, penonaktifan data penerima bansos dilakukan sejak Oktober 2023," kata Giyanto. (gun)