Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terdampak Inflasi, Daya Beli Masyarakat Turun

Gunawan RaJa • Sabtu, 11 November 2023 | 21:10 WIB
HARGA MIRING: Masyarakat antusias berbelanja bahan pokok (bapok) murah yang diselenggarakan di Kapanewon Playen(9/11).Disdag Gunungkidul 
HARGA MIRING: Masyarakat antusias berbelanja bahan pokok (bapok) murah yang diselenggarakan di Kapanewon Playen(9/11).Disdag Gunungkidul 

RADAR JOGJA - Dalam tiga bulan terakhir daya beli masyarakat di Gunungkidul turun secara beruntun. Lesunya keinginan masyarakat untuk belanja disebabkan sejumlah faktor, salah satunya dampak inflasi.


Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli) Kabupaten Gunungkidul Jumino mengonfirmasi hal itu. Dia mengatakan, melemahnya daya beli masyarakat terasa sejak September 2023. Anggota yang tergabung dalam Apkli mengeluh lantaran sepi pembeli. "Jualan agak sepi, dirasakan sejak 3 bulan terakhir. Usaha saya penurunannya sampai 50 persen," kata Jumino Jumat (10/11).


Tidak hanya dirinya, ribuan anggota Apkli juga turut menanggung persoalan melemahnya daya beli masyarakat. Rumah usaha rata-rata tidak banyak yang dikunjungi konsumen. Pendapatan tidak stabil dan cenderung menurun. "Kami berharap pemerintah memberikan solusi terkait dengan permasalahan ini," ujarnya.


Paling tidak, kata Jumino, harga kebutuhan pokok dapat stabil. Bisa terjangkau karena harga kebutuhan yang tidak terkendali dampaknya mengekor paralel. Pihaknya bersyukur dalam beberapa hari terakhir pemerintah ada program pasar murah. "Para anggota Apkli cukup terbantu dengan kegiatan pasar murah," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengaku terus berupaya mendongkrak daya beli masyarakat. Upaya mengendalikan harga bahan pokok (bapok) dan mengendalikan inflasi telah dilakukan. "Sebanyak 42 ton bapok dijual di pasar murah," katanya.


Dia menjelaskan, harga bapok yang dijual di pasar murah dibanderol  lebih rendah dari harga pasaran, karena telah disubsidi oleh Pemprov DIJ berupa bantuan biaya distribusi. Kegiatan pasar murah berlangsung di sejumlah titik.
"Masyarakat sangat antusias, kami berharap hal ini menunjukkan daya beli meningkat karena harga bapok yang dijual memang jauh lebih rendah dari harga pasar," ujarnya.


Mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, semua lokasi pasar murah digelar di lokasi strategis. Mudah dijangkau sehingga kunjungan masyarakat optimal.
"Produk yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, tepung, dan beberapa produk lain dalam berbagai merek dan kemasan," terangnya.


Menurutnya, ke depan program pasar murah akan terus digeber. Baik dari Disdag Kabupaten Gunungkidul maupun provinsi. Diharapkan melalui kegiatan itu masyarakat bisa mengakses pangan dengan harga murah, khususnya warga kurang mampu. (gun/laz)

Editor : Satria Pradika
#Gunungkidul #inflasi