RADAR JOGJA - Pemkab Gunungkidul dan Pemprov DIJ berupaya menekan laju inflasi. Salah satunya dengan penyediaan dan pendistribusian pangan bersubsidi kepada masyarakat tertentu. Program pangan murah tersebut akan dilaksanakan bulan depan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul Asar Janjang Riyanti mengatakan, fasilitasi program pasar murah akan dilaksanakan November mendatang. "Dinas perdagangan akan fasilitasi pasar murah 42 ton sembako," kata Asar kemarin (30/10).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan disdag provinsi dengan menggandeng tujuh distributor. Diagendakan pasar murah berlangsung selama dua hari yakni 7 November dan 9 November 2023."Masing-masing sembako mendapat subsidi Rp 2.000-an per kg per liter," ujarnya.
Lokasi pasar murah berada di wilayah Kapanewon Karangmojo 7 November dan Kapanewon Playen 9 November 2023. Dua titik pasar murah masing-masing dijatah mendistribusikan sebanyak 21 ton sembako. "Boleh dari kapanewon lain belanja, untuk lokasinya di dua titik itu," terangnya.
Menurut Asar, lokasi pasar murah telah ditentukan, yakni kreterianya kapanewon yang masuk di data kemiskinan. Kemudian di daerah diminta menentukan dua lokasi. "Produk makanan yang dijual seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, dan telur," ucapnya.
Mantan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Kabupaten Gunungkidul menginformasikan, pasar murah sengaja digelar untuk mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok. "Dalam rangka menstabilkan harga kebutuhan kami juga ada operasi pasar (OP)," terangnya.
OP digelar menyusul adanya penyesuaian harga beras. Sejauh ini telah menyalurkan sekitar 13,5 ton beras.Sekarang harga beras premium kisaran Rp 14 ribu per kilogram dan beras medium Rp 13 ribu per kilogram.
Upaya menjaga Pasokan Harga Pangan (SPHP) dilakukan sejak awal September. Pada tahap pertama penyaluran beras murah menyasar wilayah Kapanewon Paliyan. Harga beras murah dipatok Rp 10.500 per kilogram. Pembelian dibatasi maksimal 4 paket beras, satu paket sebanyak 5 kilogram."Tahap pertama bekerjasama dengan Bulog menyalurkan 13,5 ton beras. Hanya dalam dua jam beras langsung habis," bebernya.
Kepala Kantor Bulog Gunungkidul Imam Wahyu Hidayat mengatakan, program penyaluran bantuan beras masih berjalan. Di antara wilayah sasaran adalah Kapanewon Saptosari dan Kapanewon Gedangsari."Dalam pendistribusian kami bekerjsama dengan Dinas Perdagangan Gunungkidul," kata Imam.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berharap pengendalian harga kebutuhan harus dilakukan secepatnya. Jika terlambat mengambil kebijakan, dikhawatirkan dampaknya bisa merugikan masyarakat."Beberapa waktu lalu harga beras sempat mahal," kata Heri. (gun/din)
Editor : Satria Pradika