Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggaran Droping Air Dua Kapanewon Habis, Tepus dan Girisubo Minta Bantuan BPBD

Gunawan RaJa • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 17:00 WIB
KHIDMAT: Masyarakat yang membawa kain putih sepanjang 600 meter tampak berjalan mengelilingi Candi Borobudur.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
KHIDMAT: Masyarakat yang membawa kain putih sepanjang 600 meter tampak berjalan mengelilingi Candi Borobudur.(Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

 


RADAR JOGJA - Musim penghujan diprediksi masih bulan depan, namun anggaran droping air yang dimiliki Kapanewon Tepus sudah habis. Sisa 50 tangki telah terjadwal dan tersalurkan bulan ini.


Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus Joko Santoso mengatakan, tahun ini memiliki anggaran droping air Rp 76,5 juta. Alokasi dana ITU untuk mengirim air 450 tangki. "Kami mulai penyaluran droping air sejak Juni," katanya Jumat (13/10).


Dia menjelaskan, posisi stok anggaran droping air saat ini tinggal 50 tangki. Disalurkan untuk warga Kalurahan Tepus, Sidoharjo, dan Purwodadi. Dengan posisi nol rupiah saat ini, kapanewon tidak bisa melanjutkan program droping air.


"Menurut informasi, musim kemarau diperkirakan sampai November," ujarnya. Terkait keberlangsungan program, pihaknya berharap sepenuhnya penyaluran diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul.


Permohonan mengakses bantuan air bersih kepada pemkab telah dibuat dan tinggal ditindaklanjuti. "Anggaran kami sudah habis. Pihak kalurahan sudah diminta membuat permohonan untuk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD," jelasnya.


Tidak hanya itu, kepada semua pihak yang ingin menyalurkan bantuan air bersih, Joko mempersilakan. Belum lama ini juga ada koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk penyaluran. “Jika masih kurang, Baznas siap droping mencukupi kebutuhan masyarakat,” terangnya.


Kondisi zero anggaran juga dialami Kapanewon Girisubo.  Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Girisubo Paelan mengatakan, selama ini telah menyalurkan sebanyak 427 tangki. Dari total 527 tangki, tersisa 100 tangki. "Diperkirakan akhir Oktober ini habis," katanya.


Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Gunungkidul Sumadi mengatakan, status siaga darurat kekeringan diperpanjang hingga bulan depan. Perpanjangan berlaku hingga 30 November 2023.
"Sejauh ini kami menyalurkan sebanyak 2.000 tangki menyebar ke 16 kapanewon dengan total terdampak sekitar 118.000 jiwa," kata Sumadi.


Menurutnya, meski ada perpanjangan masa darurat kekeringan, tidak ada peningkatan status menjadi awas maupun tanggap darurat kekeringan. Status siaga masih relevan dengan kondisi di lapangan. "Kalau dana droping habis, bisa mengakses tambahan lewat pagu Belanja Tak Terduga (BTT)," ucapnya. (gun/laz)

Editor : Satria Pradika
#Gunungkidul #BPBD #Droping Air