RADAR JOGJA - Tahun ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul dipatok Rp 28,9 Miliar. Karena baru tercapai 60,42 persen, maka sisa waktu kurang dari tiga bulan ini perlu tambahan sebesar Rp 11, 4 Miliar.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Oneng Windu Wardhana mengatakan, target PAD dari retribusi wisata sebesar Rp 28.900.000.000. Sejauh ini baru terealisasi Rp 17.462.664.570 atau sekitar 60,42 persen."Kami tetap berupaya semaksimal mungkin, sejauh dapat dicapai," kata Oneng, Senin (9/10).
Dia mengakui, sisa waktu tiga bulan menjadi tantangan tersendiri bagi dispar dalam mengejar target akhir tahun. Upaya menarik minat wisatawan salah satunya dengan menggencarkan promosi. Tapi mencapai target tersebut tidak mudah, karena dipengaruhi sejumlah faktor."Trend penurunan kunjungan wisata ke DIJ. Analisis trend capaian hingga saat ini (bulan ke 9, baru tercapai 60 persen)," ujarnya.
Sedangkan masa puncak liburan telah terlampaui, hanya menyisakan libur Nataru. Nataru jatuh pada Hari Senin, dikhawatirkan capaian kurang maksimal karena cuti pegawai tidak maksimal.
Kondisi regional juga kurang mendukung, perbaikan infrastruktur jalan nasional di Patuk, jalan provinsi di ruas Mulo-Baron, menyebabkan aksesibilitas kurang lancar sehingga kunjungan menurun."Kepadatan lalu lintas karena perbaikan jalan tentu mempengaruhi trip dari agen pariwisata," jelasnya.
Mengacu pada data perbandingan akhir pekan, jumlah kunjungan mencapai 15.157 wisatawan. Sementara berdasarkan tekap data yang dilakukan oleh petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) jumlah pengunjung turun menjadi 14.324 wisatawan."Di sisi lain, kami juga terus menggencarkan komunikasi dengan berbagai pihak agar menarik pengunjung lebih banyak," ucapnya.
Anggota DPRD Gunungkidul Sugito mengatakan, tahun ini PAD dari pajak daerah diproyeksikan naik sekitar Rp 9,7 Miliar dan dari retribusi daerah naik sekitar Rp 2,9 Miliar."Pada proyeksi target pendapatan APBD Tahun Anggaran 2023, pendapatan daerah turun sekitar Rp 49,3 Miliar dibandingkan dengan tahun anggaran 2022 sebelum perubahan," kata Sugito.
Menurut dia, akibat dari turunnya pendapatan tersebut berpengaruh terhadap APBD Kabupaten Gunungkidul tahun anggaran 2023. Dalam rangka mengoptimalkan pendapatan asli daerah, seyogyanya secara ketat menekan tingkat kebocoran dalam mata rantai pemungutan. "Pada sektor pariwisata, secara periodik agar melakukan event-event pertunjukan di daerah wisata sehingga menjadi agenda rutin wisatawan untuk datang di objek wisata Gunungkidul," ujarnya. (gun/din)
Editor : Satria Pradika